Jaksa Menyapa Kejari Tana Toraja Soroti Maraknya Kasus Bunuh Diri dan Perjudian

179
0
Jaksa Menyapa di Kejari Tana Toraja, Rabu (23/2/2021).

Updatekareba.Com, Toraja – Kejaksaan Negeri Tana Toraja kembali menggelar program Jaksa Menyapa di Halaman Kantor Kejari Tator, Makale. Rabu (24/2/2021).

Jaksa Menyapa yang diberi Thema ‘menyoroti perkembangan kasus bunuh diri dan perjudian di Toraja’ ini didiskusikan bersama tokoh agama dan tokoh adat serta tokoh pemuda dikarenakan akhir-akhir maraknya bunuh diri dan perjudian di kalangan anak muda dan masyarakat Toraja.

Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja Jefri P. Makapedua menjelaskan bahwa jaksa menyapa yg digelar merupakan bagian dari program Kejaksaan dengan tujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dalam menghadapi kasus yang marak saat ini.

“Kita disini membicarakan permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini di Toraja lewat jaksa menyapa yang disiarkan lewat radio dan Chanel YouTube untuk memberikan kesadaran dan menjadi pegangan kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,”terang Kajari Jefri.

Dengan diadakannya kegiatan tersebut, Kajari Jefri berharap agar kegiatan hari ini bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat Toraja.

Tokoh Agama, Ketua MUI Tator, KH. A. Zainal Muttaqien dalam kesempatan itu mengatakan salah satu penyebab orang bunuh diri karena iman yang kurang sehingga saat menghadapi persoalan sehingga depresi dan mengambil jalan pintas dengan bunuh diri. Ditambah lagi pengaruh media sosial turut mengambil bagian dalam tingginya angka bunuh dirinya.

“Karena itu diharapkan peranan semua pihak agar angka bunuh diri bisa ditekan dan dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat berdampak baik sehingga angka bunuh diri bisa ditekan” pungkas Zainal.

Sementara menurut Pendeta Gereja Toraja, Pdt. Oky Wenty Kombong dalam kesempatan itu mengapresiasi Kejari Tator yang cepat mengambil langkah dengan mengumpulkan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada semua masyarakat.

Dikatakan Oky bahwa semua agama tidak membolehkan bunuh diri, karena kita harus selalu menghargai kehidupan kita. Dan dibutuhkan peranan gereja dengan merangkul jemaatnya agar jika dalam menghadapi persoalan bisa memberikan solusi.

“Jadi dalam mengantisipasi maraknya kasus bunuh diri itu pertama ialah kita harus menghargai hidup karena hidup ini adalah karunia Tuhan, yang kedua perlunya menjalin komunikasi yang baik bersama keluarga, menjalin keakraban bersama keluarga agar dapat terbuka jika memiliki masalah,” ungkap Pendeta Oky.

Harap Oky, Tokoh agama maupun tokoh adat dan tokoh pemuda yang ada di Toraja harus lebih mendekatkan diri kepada masyarakatnya, terkhusus kepada anak-anak muda.

Tak hanya berbicara terkait bunuh diri, Oky juga menyinggung kasus perjudian, dimana perlakuan tersebut juga merupakan perlakuan yang tidak diinginkan oleh Tuhan, maka demi menyelamatkan diri dari dosa, dimana kepada masyarakat untuk dapat menguasai diri agar tidak ikut dalam perjudian.(*/UK)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here