Jelang Pilkada 2020, Dua DPC PDIP Di Toraja Buka Pendaftaran Calon

201
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tana Toraja dan Toraja Utara mulai melakukan penjaringan Bakal Calon (Balon) kepala daerah persiapan Pilkada 2020.

Dari rilis pers DPC PDIP Tana Toraja dan DPC PDIP Toraja Utara menyebutkan PDIP memastikan memberikan ruang bagi figur atau kandidat diluar partai, untuk diusung pada Pilkada mendatang.

Namun harus memenuhi kriteria yang diprasyarakatkan partai besutan Megawati Soekarno Putri.

Dalam Pilkada tahun 2020 ini akan serentak digelar di 270 daerah, khusus di Sulawesi Selatan adan 12 daerah termasuk Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara.

Pendaftaran pada kedua DPC PDIP di Toraja dibuka sejak tanggal 1 sampai 15 September 2019. Selanjutnya akan di kirim ke DPD PDIP SulSel untuk diteruskan ke DPP PDIP di Jakarta.

“Fainal usungan PDIP di Pilkada nanti ada di tangan DPP,” ungkap Wakil Sekertaris DPC PDIP Toraja Utara, Sharul, Rabu (4/9/2019).

Sebelumnya PDIP sudah memperkenakalkan, dan membuka pendaftaran dengan cara pola jemput bola.

Partai besutan Megawati Soekarno Putri memilih mendatangi langsung, karena biasannya orang takut mendaftar lantaran mengganggap partai kami sudah ada yang diusung.

Kendati demikian, dalam penjaringan nama nama kandidat untuk maju Pilkada tetap mengutamakan kader yang akan berlaga di daerah masing masing.

Dalam rilis ini disebutkan syarat jika ingin kader maju harus memiliki tingkat elektabilitas minimal 30 persen. Kalau dibawa 20 persen sangat berat sekali.

Sementara dalam rilis Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Dwi Hartono mengatakan PDI Perjuangan menyatakan bakal kembali menerapkan uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) untuk menyeleksi calon kepala daerah yang akan diusung pada Pilkada serentak 2020.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Dwi Hartono menuturkan tes tersebut terbukti efektif membuat calon kepala daerah PDIP terpilih.

“Kalau kepala daerah kami juga lakukan fit and proper test,” ujar Bambang.

Bambang menuturkan ada tiga penekanan yang dilakukan PDIP dalam memilih kepala daerah lewat tes tersebut. Pertama, PDIP akan memeriksa ideologi setiap kepala daerah yang hendak diusung.

Ia berkata PDIP tidak ingin kader yang menjadi calon kepala daerah memiliki masalah ideologi.

Kedua, PDIP memeriksa pemahaman calon kepala daerah terhadap potensi dan masalah di wilayah pencalonan. Ia menilai sangat naif jika calon itu tidak mengetahui kedua hal tersebut.

“Ketiga, mengenai komitmen terhadap konstitusi, ideologi dan seterusnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang membeberkan data yang menyebut 50,37 persen kepala daerah saat ini merupakan kader PDIP.

Secara rinci, ia menyebut persentase itu berdasarkan kesuksesan PDIP memenangkan 269 kadernya menjadi kepala daerah pada Pilkada 2015, pilkada 2017 sebanyak 101 kader, dan Pilkada 2018 sebanyak 171 kader.

Persentase itu, lanjut dia, juga mempengaruhi kemenangan Joko Widodo pada Pilpres 2019.

“50,37 persen hasil pilkada serentak itu modal untuk memasuki Pilpres 2019. Dan Alhamdulillah PDI Perjuangan untuk kemenangan Pak Jokowi menyumbang 69,1 persen,” ujar Bambang.

Dalam rilis yang sama, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan PDIP tidak merekrut kader partai lain untuk diusung pada Pilkada serentak 2020.

Selain kader internal, ia mengklaim PDIP hanya akan merekrut kalangan intelektual dan kepala daerah untuk diusung pada Pilkada 2020.

“Kami wajib tiap calon kami dorong, beliau kami rekrut dari jalur intelektual, cendikiawan, dan jalur kepala daerah. Jadi kami bukan rkrut dari kader-kader partai lain seperti itu,” ujar Hasto.

Penjaringan terhadap calon kepala daerah akan mulai dilakukan PDIP minimal satu tahun sebelum pilkada atau tepatnya 23 September 2019. Hal itu sesuai dengan panduan Surat Ketetapan DPP Nomor 031A.

Pengamat politik Poltracking, Hanta Yudha menilai tren politik PDIP saat ini sedang naik. Ia berkata tren itu harus dipertahankan agar tidak terjadi seperti pada pemilu 1999 sampai 2009 di mana perolehan kursi PDIP menurun dari 154 kursi (1999), 2004 sebanyak 109 kursi, dan 94 kursi (2009).

“Tren PDIP ini sedang naik dan ini jadi peluang besar sekaligus menjadi tantangan. Jangan berpola zig-zag (naik turun),” Hanta.

Selanjutnya, Hanta menilai PDIP merupakan partai yang paling kuat secara institusionalisasi kelembagaan. Berbeda dengan Golkar, ia mengatakan PDIP solid karena tidak memiliki faksi di internal.

“Golkar setiap kongres melahirkan partai baru,” ujarnya.

Hanta menilai PDIP memiliki figur yang relatif kuat di internal dan ekternal. Di internal, ia menyebut Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri merupakan jangkar bagi soliditas partai selama ini.

“Figur kedua, yakni Pak Jokowi dan kepala daerah. Mereka memberikan dampak positif kepada PDIP. Sebaliknya, PDIP juga memberi dampak sebaliknya,” ujarnya.

Dari jadwal KPU Toraja Utara dan KPU Tana Toraja pendaftaran calon Pilkada serentak tahun 2020 akan dilaksanakan bulan Juni 2020, dan untuk pelaksanaan Pilkada serentak sendiri akan berlangsung tanggal 23 September 2020.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here