Jelang Pilkada Toraja Utara, Sindra Maraya Bangri Bertemu Pendeta Gereja Toraja

623
0
Sindra Maraya Bangri (kanan) saat bertemu Pdt. Alfred Anggui (kiri).

Updatekareba.Com, Toraja – Kunjungan tokoh terus dilakukan bakal calon bupati Toraja Utara, Sindra Maraya Bangri (SMB). Kali ini, Sindra menemui ​Pendeta Alfred Anggui, yang juga Wakil Ketua Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, Minggu (20/10/2019).

​Kepada Pendeta Alfred Anggui, Sindra Maraya Bangri memohon doa restu dan sowan sehubungan dengan rencana dia mencalonkan sebagai Bupati Toraja Utara.

“​Jika Tuhan menghendaki saya sebagai Bupati, kerukunan antar umat beragama akan terus saya jaga. Sehingga setiap warga bebas menjalankan ajaran agamanya,” ungkap Sindra Maraya Bangri.

Menurut Sindra saat dikonfirmasi soal blesukan ke para tokoh agama menjelaskan ​tokoh agama termasuk Pendeta mempunyai peran yang sangat penting dalam rangka menggerakan partisipasi masyarakat dalam sebuah pilkada. Keberhasilan tokoh agama dalam rangka menggerakan partisipasi masyarakat dalam pilkada di wilayah kabupaten Toraja Utara sangat ditentukan oleh kemampuan atau gaya dari tokoh agama dalam memberikan orasi politiknya dalam kampanye, himbauan dan sarannya dalam mempengaruhi warga masyarakat atau juga sangat ditentukan oleh cara tokoh agama dalam menggunakan kewenangan sebagai pemimpin agama.

“Dengan demikian, maka peran tokoh agama dengan partisipasi politik publik mempunyai hubungan yang sangat erat dan tidak bisa dipisahkan, sebab apabila peran dari tokoh agama semakin baik maka partisipasi politik juga akan semakin meningkat,” ungkap SMB tagline dari Sindra Maraya Bangri.

SMB juga mengungkapkan pada dasarnya Pilkada langsung memilih Kepala Daerah yang profesional, legitimate, dan demokratis, yang mampu mengemban amanat otonomi daerah dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Selayaknya Pilkada di Indonesia dilaksanakan dengan efektif dan tetap menjunjung tinggi asas demokrasi dan hukum”, ucap Pengusaha muda ini.

Salah satu tujuan terpenting dalam pilkada adalah memilih pemimpin yang berkualitas. Kualitas pemimpin itu dpat diukur oleh berbagai instrumen seperti tingkat pendidikan dan kompetensi. Keberhasilan pilkada langsung tidak hanya diukur oleh penyelenggaranya yang lancar dan damai tetapi juga outcomes (manfaat/hasil) yang yang diperoleh apakah telah menghasilkan pemimpin yang berkualitas, terutama dari sisi manajerial dan kompetensi.

” Tetapi bisa saja pilkada langsung dilakukan hanya untuk ajang perebutan kekuasaan melalui mekanisme “voting” dari suara pemilih, sehingga dikhawatirkan akan menghasilkan pemimpin yang hanya populer dan diterima secara luas, namun tidak mempunyai kecakapan dan kemampuan dalam mengolah daerah, sekalipun kepala daerah jabatan politis dan tidak menuntut keahlian khusus, namun kemampuan manajerial dan kompetensi sangat penting”, tambah Sindra.

Sindra Maraya Bangri disebut-sebut sebagai figur Bacabup Toraja Utara yang mewakili kalangan Milleanial Toraja Utara dan juga masyarakat dataran tinggi Toraja Utara.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here