Jenazah Guru Alumni UKI Toraja Tiba Di Timika Papua

2560
0
Handover (Polda Papua).

Updatekareba.Com, Mimika – Dua Jenazah korban Penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Yulukoma dan Kampung Onggolan, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak Di Evakuasi Ke RSUD Timika, Sabtu (10/04/21)

Perlakuan keji yang di lakukan oleh KKB ini mengakibatkan korban Oktovianus Rayo (40) mengalami luka tembak pada bagian rusuk , dada sebelah kanan , perut sebelah kanan kemudian meninggal dunia di tempat.

Sedangkan Korban Yonatan Renden (28) yang merupakan alumni UKI Toraja mengalami luka tembak pada bagian bagian dada sebelah kanan dan 1 luka tembakan pada dada sebelah kiri dan meninggal dunia.

Pengamanan secara ketat di lakukan oleh Personil Polres Mimika mulai dari kedatangan jenazah siang tadi di bandara Moses Kilangin sampai dengan evakuasi jenazah menuju RSUD Timika.

Sementara kedua jenazah telah berada di rumah duka keluarga masing-masing sembari menunggu prosesi pemakaman .

Jenazah tiba di Bandara Moses pukul 12.45 WIT dengan pesawat perintis milik Spirit Aviation Sentosa (SAS).

Jenazah dijemput kerabat dan langsung dibawa ke RSUD Mimika untuk pemulasaran jenazah, dan selanjutnya akan dibawa ke rumah keluarga korban yang ada di Timika.

Bersama dua jenazah korban penembakan KKB juga dievakusi 5 orang guru lainnya dan dua orang anak.

Setelah mengevakusi jenazah ke Timika, Kapolda akan mengungsikan juga para guru dan keluarganya yang saat ini masih ada di kantor Koramil Beoga.

Sementara pasca penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap 2 orang guru di Distrik Beoga Kabupaten Puncak, Polda Papua akan mengirimkan personil gabungan Brimob dan Satgas Nemangkawi ke  Distrik Beoga, Sabtu (10/4/2021).

Dalam kesempatannya Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K mengatakan usai penembakan yang mengakibatkan dua orang guru meninggal dunia, Polda papua akan mengirim 1 pleton Brimob organik ke Beoga guna membackup Polsek Beoga.

Kapolda Papua mengatakan, “Kami akan memisahkan masyarakat pendatang yang di bantu oleh para tokoh agama di Distrik Beoga karena melihat ancaman dari KKB yang membuat masyarakat merasa ketakutan. Saya bersyukur dengan tokoh-tokoh agama disana yang punya hati nurani melihat para pendidik atau guru-guru yang merasa ketakutan sehingga merekalah yang membantu aparat keamanan.”

“Sebenarnya masyarakat asli Beoga dan KKB bisa dibedakan. Oleh karena itu kita akan kirim juga tim dari Nemangkawi untuk bisa betul-betul mendapat sasaran yang terukur dan terbidik dengan baik sehingga para kelompok Kriminal ini dapat segera diatasi,” jelas Kapolda Papua.(***/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here