Kajari Tana Toraja ; “TP4D bekerja dalam senyap”

190
0
Handover (Kejari Tana Toraja).

Updatekareba.Com, Toraja – Merubah paradigma penegak hukum , mencegah adalah bagian dari keberhasilan dari penegakan hukum.

Hal ini disampikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tana Toraja, Jefri P. Makapedua, dalam rilis persnya kepada redaksi Updatekareba.Com, Selasa (24/9/2019).

“Bahwa penegakan hukum juga harus dapat memberikan kontribusi di dalam mendorong percepatan dan keberhasilan pembangunan untuk itulah lembaga kejaksaan republik indonesia hadir dengan membentuk Tim pengawal dan pengamanan pemerintahan dan pembangunan (TP4) baik di pusat maupun didaerah, termasuk di Toraja,” kata Jefri P. Makapedua,

Jefri menjelaskan bahwa korupsi selama ini mati satu tumbuh seribu tidak pernah mati karena orientasi pemberantasan korupsi pada penindakan dan mengabaikan pencegahan.

” Padahal mencegah kejahatan lebih baik ketimbang mendidik penjahat menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Kajari Tana Toraja juga mengungkapkan Oleh karena itu sangat penting peranan lembaga hukum didalam melakukan tindakan-tindakan pencegahan dan kejaksaan telah melakukan hal itu dengan melakukan kegiatan dan program-program baik pembinaan dan pendidikan hukum kepada masyarakat berupa kegiatan Jaksa Menyapa, Jaga Desa, Jaksa Masuk Sekolah, Jaksa Masuk Kampus, Jaksa Jaga Negeri .

“Diharapkan dengan kejaksaan memberikan pemahaman dan kesadaran hukum kepada masyarakat diharapkan tingkat kesadaran hukum masyarakat meningkat sehingga apabila kesadaran hukum di masyarakat kita meningkat maka sudah barang tentu dapat menurunkan tingkat kejahatan di negara kita”, tambah Jefri.

Sementara Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Dr Jan S Maringka menegaskan, institusi penegak hukum bukanlah industri.

Sebab, jika jika diperlakukan bagai mengelola industri, maka sulit mengawal pembangunan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang berkeadilan.

Hal itu ditegaskan Mantan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel) itu, saat memberikan Kuliah Umum bertajuk  Peranan Kejaksaan Dalam Mengawal Pembangunan, yang digelar Sekolah Kajian Stratejik Global dan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), di Gedung IASTH, Lantai 3, Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Kamis 19 September 2019 kemarin.

Jan S Maringka menegaskan, industri cenderung hanya menghitung untung rugi atau laba. “Industri bicara soal angka-angka. Tetapi penegakan hukum bukanlah industri. Mind-set kita mesti berubah, terutama mind-set penegakan hukum Indonesia,” tutur Jan S Maringka.

Keberhasilan penegakan hukum, lanjutnya, bukan diukur dari rasa takut yang diakibatkan oleh penindakan dan pemenjaraan para pelanggar hukum.

Jan S Maringka menegaskan, kesadaran hukum yang perlu dibangun kepada masyarakat dan aparatur penegak hukumnya itu sendiri. Dengan kesadaran hukum, lanjutnya, pelanggaran pastinya akan efektif berkurang.

“Jadi, penekanan pencegahan pelanggaran hukum itu yang harus diprioritaskan. Membangun kesadaran hukum masyarakat Indonesia. Di Negara-negara maju, yang hukumnya sudah tinggi, penindakan atau pemenjaraan itu malah jalan terakhir yang ditempuh. Kesadaran hukum mereka yang lebih diprioritaskan melalui Program Pencegahan,” tutur Jan S Maringka.

Mengenai pengawalan pembangunan nasional, lanjutnya, Kejaksaan memiliki peran sentral. Bahkan, di hampir setiap program pembangunan nasional, peran jaksa sangat dinantikan.

Bermula dari ketika Bulan Oktober 2018, Presiden Joko Widodo mengumpulkan semua Kepala Daerah, dan aparatur penegak hukum, terungkap bahwa penyerapan anggaran sangat rendah. Hanya sekitar 28 % di akhir tahun itu. Kondisi seperti ini adalah ancaman terhadap pembangunan. Sebab, semua daerah harus dilakukan pembangunan dan penyerapan anggaran harus tepat guna dan tepat sasaran.

“Kondisi yang disampaikan para Kepala Daerah adalah, bahwa mereka takut dipanggil-panggil dan diperiksa-periksa oleh aparat penegak hukum, kalau mengerjakan pembangunan dengan anggaran yang sudah ada,” ungkapnya.

Dengan dasar itulah, lanjut Jan, Kejaksaan Republik Indonesia membentuk Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) Kejaksaan Republik Indonesia.

TP4 ini, bekerja untuk mengawal dan membantu penyerapan anggaran agar tepat sasaran dalam pelaksanaan pembangunan.

“Jadi sekarang harus dibalik. Bukan penindakan dan pemidanaan yang diutamakan, tetapi assistancy. Kita bersama-sama mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan tepat anggaran,” terangnya.

Bahkan, dalam peran-perannya, kata dia, Kejaksaan mengawal proyek pembangunan nasional dengan tujuan mengembalikan kerugian Negara, bukan menekankan penghukuman kepada pelaksana pembangunan.

“Buat apa memenjarakan pelaksana, kalau kerugian negaranya tidak bisa dikembalikan? Makanya, pendekatan persuasive, dengan mengedepankan pencegahan, itulah yang kita lakukan sejak awal program pembangunan nasional akan dijalankan,” tuturnya lagi.

Saat ini, dilanjutkan Jan S Maringka, pemerintah lebih nyaman dalam menjalankan pembangunan nasional, dengan adanya TP4.

Hampir semua Kepala Daerah dari tingkat provinsi hingga desa, dikawal. Sebab, dengan pengawalan seperti itu, proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi akan bagus di mulai dari desa-desa.

Bukan hanya itu, dengan BUMN, BUMD dan badan-badan pelaksana propram pun, kejaksaan melakukan kerja sama.

Selain itu, pengawalan pembangunan juga dilakukan di sektor lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kejaksaan bekerjasama dengan Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kemendikbud, Angkasa Pura, Jasa Marga, Kementerian Desa, Pelindo, Inspektorat-Inspektorat dan lain sebagainya.

Putra asli Sulawesi itu menambahkan, dengan keamanan dan kenyamanan pengawalan TP4, maka investor dari luar pun yang ingin berusaha dengan prinsip-prinsip legal di Tanah Air, akan tertarik menanamkan modalnya di Indonesia.

“Kalau yang dilihat hukumnya kacau, atau banyak yang dipenjarakan, ya tak mungkin investor mau berinvestasi di Indonesia. Sekarang, hal itu tidak terjadi lagi dengan adanya TP4,” ujar Jan S Maringka.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here