Kampanye Anti Bunuh Diri, Puluhan Spanduk Disebar KNPI Toraja Utara

173
0

Updatekareba.Com, Toraja – Kasus bunuh diri di Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, beberapa tahun belakang terus meningkat. Motif dan pola dalam setiap kasusnya berbeda.

Dari data yang dihimpun media ini, tercatat telah terjadi 30 kasus sejak 2019 lalu. Dan diawal tahun 2021, kasus bunuj diri mencapai 14 kasus.

Menurut Ketua KNPI Toraja Utara, Belo Tarran, Korban dalam kasus ini terus berjatuhan. Sayangnya, belum menggugah perhatian semua pihak untuk bersama-sama mencegah agar tidak jatuh korban kembali.

Lanjut Belo, KNPI Toraja Utara pun langsung bergerak melihat kondisi di Toraja yang kasus bunuh diri terus meningkat.

“Salah satu upaya kami lakukan adalah kampanye anti bunuh diri melalui spanduk yang disebar dibeberapa titik di pusat kota Rantepao, dan akan terus berlanjut,” kata Belo Tarran.

Pihak DPD KNPI Toraja Utara juga telah mengintruksikan 21 DPK dan OKP untuk ikut mengkampanyekan anti bunuh diri.

Kenali Tanda dan Solusi Pencegahan

Salah seorang Psikolog YMP, Apolinaria Putri Bilo, membeberkan beberapa seputar tanda-tanda mengenali orang yang hendak bunuh diri hingga solusi dan aksi nyata yang bisa diterapkan untuk mencegah bunuh diri terjadi. Dalam presentasinya, dia menjelaskan, tanda-tanda yang bisa dikenali pada orang yang berpotensi akan bunuh diri bisa dilihat melalui gejala psikologi seperti sikap putus asa, kehilangan minat, merasa tidak berharga, menyalahkan diri sendiri, gangguan bipolar, anti sosial, mengucapkan selamat tinggal, selalu berbicara tentang kematian dan depresi berat.

Banyak gejala yang bisa kita temukan pada orang-orang yang berpotensi bunuh diri seperti sikap putus asa. Biasanya juga mereka kehilangan minat, misalnya minatnya sering berloah raga mendadak hilang ataupun minat lains serta gejala lain yang biasanya menjadi penanda seseorang berpotensi bunuh diri,”jelas Bilo.

Terkait kasus bunuh diri yang belakangan terus meningkat, dia mengingatkan pentingnya dilakukan kampanye anti bunuh diri yang menyasar semua elemen dan melibatkan semua pihak. Kampanye yang dilakukan dengan gencar, sambung dia, akan sangat membantu melakukan tindakan pencegahan.

“Semua pihak harus terlibat kampanye untuk mencegah ada korban lagi, misalnya dibuatkan kampanye Sayangi dirimu, sayangi Jiwamu. Kampanye ini menyasar semua kelompok seperti orang tua, sekolah, organisasi pemuda maupun LSM,”jelasnya.

Selain itu, dia juga menyebutkan perlu banyak langkah yang bisa ditempuh agar pencegahan bunuh diri kedepan bisa dilakukan dengan tuntas. Adapun cara lain yang ia maksud seperti menyiapkan kader anti bunuh diri di sekolah-sekolah, melakukan pelatihan para kader anti bunuh diri dan melakukan banyak kegiatan untuk penyaluran minat dan bakat.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here