Kapolres Toraja Utara : Tidak Ada Tempat Bagi Pengguna Narkoba di Kepolisian

117
0
Kapolres Toraja Utara AKBP Yudha Wirajati, S.IK.,M.H.

Updatekareba.Com, Toraja – Sebanyak 30 orang Personil Polres Toraja Utara menjalani tes urine sebagai bentuk kontrol terhadap pencegahan peredaran dan penggunaan narkoba.

Pelaksanaan tes urine mendapat pengawalan ketat Sie Propam dan langsung diawasi oleh Kapolres Toraja Utara AKBP Yudha Wirajati, S.IK.,M.H didampingi Kasi Propam IPTU Armin. Sehingga dari hasil tes akan diketahui ada anggota yang menggunakan narkoba atau tidak.

“Untuk tahapan ini kami lakukan tes urin khusus kepada personil non uniform seperti personil Satreskrim, Satintelkam dan Satnarkoba dengan alasan aktifitas peaksanaan tugasnya kebanyak dilapangan,” kata Kapolres Toraja Utara, AKBP Yudha Wirajati, S.IK.,M.H, Senin (22/02/2021).

Menurut Yudha, pelaksanaan tes urine tersebut merupakan atensi dalam hal ini Bapak Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dan juga menindak lanjuti TR Kadiv Propam Mabes Polri Nomor : ST/116/I/HUK.7.1./2021 tertanggal 25 Januari tahun 2021.

Pada tahapan ini hasil pelaksanaan tes urine belum ditemukan adanya anggota yang positif menggunakan narkoba, jika pada tahap berikutnya nanti ada yang kedapatan positif akan kami tindak tegas.

“Tidak ada tempat bagi pengguna narkoba di Kepolisian terkhusus di Polres Toraja Utara, siapa saja yang terlibat pasti akan diproses, dipidana dan diberhentikan tidak dengan hormat,” tegas Kapolres.

Tujuan dari tes urine ini agar anggota dapat memberi contoh kepada masyarakat untuk tidak terlibat narkoba, namun berusaha memutus peredaran narkoba di Kabupaten Toraja Utara.

Tes urine yang dilaksanakan Polres Toraja Utara adalah salah satu upaya preemtif dan preventif untuk mencegah peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di internal Kepolisian.

Menurut M. Kemal Darmawan dalam bukunya yang berjudul “Strategi Kepolisian Dalam Pencegahan Kejahatan”, definisi dari preemtif adalah kebijakan yang melihat akar masalah utama penyebab terjadinya kejahatan melalui pendekatan sosial, pendekatan situasional dan pendekatan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan (faktor korelatif kriminogen).

Preventif sebagai upaya pencegahan atas timbulnya ambang gangguan (police hazard), agar tidak berlanjut menjadi gangguan nyata/ancaman faktual (crime). Sehingga dalam hal ini dapat didefenisikan bahwa tindakan Preemtif (Pembinaan) merupakan salah satu upaya yang dilakukan Polri untuk menanggulangi dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Tindakan Polri ini dilakukan dengan melihat akar masalah penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba dengan melalui pendekatan sosial, situasional dan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan.

Tindakan preemtif yang dilakukan Polri dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba yaitu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan cara sosialisasi, penyuluhan dan audiensi tentang bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini untuk antisipasi dan pencegahan dini melalui kegiatan-kegiatan edukatif dengan tujuan menghilangkan potensi penyalahgunaan narkoba (faktor peluang) dan pendorong terkontaminasinya seseorang menjadi pengguna.

Preventif (Pencegahan) Anggota-anggota Kepolisian diterjunkan langsung ke wilayah-wilayah yang mencurigakan dijadikan tempat penampungan, penyimpanan, dan peredaran narkotika. Polisi juga mengadakan razia untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan bahkan penangkapan terhadap orang-orang yang diduga menyalahgunakan narkotika. Razia ini bisanya dilakukan ditempat hiburan malam dan juga tempat-tempat yang informasinya didapatkan dari masyarakat.

Selain itu dalam rangka meminimimalisir peredaran narkoba, Polri bekerjasama dengan instansi dan lembaga terkait, lembaga swadaya masyarakat, perkumpulan, ormas dan lain-lain.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here