Kasus Pertama Omicron Ditemukan di Indonesia

270
0
Petugas kesehatan memegang botol berisi vaksin COVID-19 dari Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi di Rumah Sakit Adam Malik, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/11/2021). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Coronavac dari Sinovac dan vaksin dari Bio Farma untuk vaksinasi kepada anak usia 6 -11 tahun. ANTARA FOTO/FRANSISCO CAROLIO/wsj.

Updatekareba.Com, Jakarta – Pada Rabu 15 Desember 2021 tadi malam, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya telah mendeteksi adanya seorang pasien inisial N terkonfirmasi Omicron.

“Data-datanya juga sudah dikonfirmasi ke GISAID dan memang betul data Sequencing Omicron. Pasien ini adalah seorang pekerja pembersih di rumah sakit Wisma Atlet,” kata Menkes Budi saat konferensi pers Kamis (16/12/2021).

Lanjut Menkes Budi, pada 8 Desember 2021 lalu, tiga pekerja pembersih di RS Wisma Atlet samplenya diambil secara rutin oleh Tim dari Wisma Atlet kemudian dikirimkan ke Kementerian Kesehatan.

Kemudian tanggal 10 sampel dikirimkan lagi ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) untuk dilakukan Genome Sequencing. Ketiganya kontirmasi positif COVID-19 PCR dan hanya satu konfirmasi positif Omicron.

Menkes Budi mengatakan, ketiga orang pekerja ini tanpa gejala, sehat, tidak demam, juga tidak batuk. Ketiganya sudah di PCR kembali dan hasilnya negatif dan masih dikarantina di RS Wisma Atlet.

Ketiganya sudah tes PCR untuk kedua kalinya dan hasilnya negatif. Ia juga mengatakan, pihaknya mendeteksi ada lima kasus probable Omicron, setelah dilakukan PCR dengan spesifikasi khusus.

Dua kasus adalah warga negara Indonesia yang baru kembali dari Amerika Serikat dan Inggris yang saat ini sedang di isolasi di RS Wisma Atlet. Tiga lainnya adalah warga negara asing dari Tiongkok yang datang ke Manado dan sekarang sedang di isolasi.

“Sekali lagi kelima kasus ini sifatnya masih probable karena baru di tes PCR dengan spesifikasi khusus. Sampel yang positif sudah dikirim ke Litbangkes dan sedang diteliti. Diharapkan tiga hari kedepan sudah keluar hasilnya,” kata Menkes Budi.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here