KATAKAN SEJUJURNYA PADA DOKTERMU

733
0

Updatekareba.Com, Toraja – Di masa Covid-19 ini, beberapa praktek dokter pribadi sudah tidak berjalan normal, artinya tidak semaksimal seperti ketika sebelum adanya Covid-19, seperti anamnesis dipercepat, ada penghalang antara dokter dan pasien berupa kaca atau plastik, adanya masker yang tidak jelas bila berbicara, stetoskop yang kurang panjang untuk menjangkau pasien, jam praktek diperpendek, jumlah pasien yang dikurangi, dan sebagainya.

Komunikasi antara dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dengan pasien dianjurkan melalui teknologi seperti konsultasi online, telekonsultasi, dengan menggunakan hp, bahkan sistem antri pun secara online.

Berpraktek di era pandemi ini menimbulkan was-was terjadinya penularan Covid-19. Penularan dapat terjadi antar kedua belah pihak. Oleh karena itu kepatuhan terhadap protokol kesehatan harus ditegakkan. Dalam kenyataannya ada saja yang mengabaikan. Jika ada dokter yang mengabaikan maka sangat disayangkan.

Suatu hari saya mendapat info bahwa salah satu pasien yang berobat ke saya ternyata harusnya isolasi mandiri karena suaminya terpapar Covid-19 dengan hasil Swab Antigen positif. Waktu itu dia berobat karena flu pilek batuk beberapa hari. Setelah saya cek lembar statusnya, ternyata dia sudah berobat hampir sepuluh hari lalu, artinya boleh dikata aman bagi kami yang melayaninya di praktek karena tidak ada gejala yang timbul. Lagipula saya sudah Swab Antigen dengan hasil negatif. Puji Tuhan!

Sesungguhnya kewajiban pasien sudah diatur dalam Permenkes No. 4 Tahun 2018 Tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Pasien, di mana pada Pasal 26 huruf (d) disebutkan Pasien mempunyai kewajiban memberikan informasi yang jujur, lengkap dan akurat sesuai dengan kemampuan dan pengetahuannya tentang masalah kesehatannya.

Ketidakjujuran pasien terutama masa pandemi Covid-19 akan menyebabkan banyak masalah seperti terpaparnya orang sekitarnya dan tentu dokternya. Dalam tulisan saya yang berjudul: Ketidakjujuran Pasien Berakibat Fatal (dalam Buku The Power Of Love, Bunga Rampai Refleksi dan Pergulatan Pemikiran di Era Covid-19, Senior GMKI, Editor Kristin Samah, Gramedia, 2020, halaman 29-36) disebutkan beberapa alasan orang tidak jujur saat diperiksa Covid-19 karena stress, takut dikucilkan, adanya penolakan masyarakat sekitar rumahnya, takut diketahui orang, dan sebagainya.

Dokter dan tenaga kesehatan lainnya adalah manusia biasa seperti pasien yang rentan terhadap serangan dan penularan penyakit seperti di masa pandemi Covid-19 ini. Dan rasanya tidak etis bila menyebutkan siapa yang paling banyak  menjadi korban.

Akhirnya, jaga solidaritas, tingkatkan penguatan dan saling mendukung, jalin komunikasi sesama anggota warga masyarakat, dan setiap saat kontak dokter keluarga masing-masing. Terapkan Protokol Kesehatan sesuai anjuran Pemerintah, makan makanan bergizi, dan jangan lupa selalu berserah kepada Tuhan dalam segala perkara. (****)

(****) ;Dr. dr. SISWANTO PABIDANG, SH, MM

(FOUNDER PDkT TORAJA/PRAKTISI KESEHATAN/MEDIATOR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here