Kejaksaan Lakukan Pencekalan Terhadap 10 Orang Terkait Kasus PT. Auransi Jiwasraya

237
0
Handover.

Updatekareba.Com, Jakarta – Jaksa Agung RI, Burhanuddin didampingi Jaksa Agung Muda Intelijen, Jan S.Maringka dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus menjawab pertanyaan awak media terkait dengan perkembangan penyidikan kasus PT.Asuransi Jiwasraya (persero) pada Jumat ( 27/12/2019) bertempat di Sasana Baharuddin Lopa Kejaksaan Agung RI disela-sela pelantikan, pengambilan sumpah, dan serah terima jabatan pejabat eselon II Kejaksaan RI.

Saat ini Kejaksaan telah melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap 10 orang terkiat kasus tersebu yakni : HR, DYA, HP, MZ, DW, GLA, ERN, HH, BT, dan AS yang diduga terlibat dlm pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT.Asuransi Jiwasraya (persero).

“Pencegahan ke luar negeri thdp kepada 10 orang tersebut mulai berlaku tanggal 26 Desember 2019 untuk jangka waktu 6 bulan kedepan,” kata Burhanuddin.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman, telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRINT–33/F.2/Fd.2/12/2019 tertanggal 17 Desember 2019 dalam kasus tersebut.

Kasus Jiwasraya bermula dari laporan pengaduan masyarakat. Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pun mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi sejak 2014 sampai 2018.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui unit kerja pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran persentase bunga tinggi (cenderung di atas nilai rata-rata), berkisar antara 6,5 persen sampai dengan 10 persen, sehingga memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp 53,27 triliun.

Potensi kerugian negara dari dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) hingga Agustus 2019 diperkirakan mencapai Rp 13,7 triliun.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here