Kejari Tana Toraja Sosialisasi Modus Korupsi Dana Desa Di Polres Tana Toraja

367
0
Handover (Kejari Tana Toraja)

Updatekareba.Com, Toraja – Kasi Intel Kejari Tana Toraja Andi Ardi Arman di depan para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas jajaran Polres Tana Toraja di Aula Bhayangkari Polres Tana Toraja, Senin ( 5/8/2019 ).

Kehadiran Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja melakukan Sosialisasi Pengawasan Pengelolaan Dana Desa dan Pengendalian Gratifikasi.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari sosialisasi 3 Pilar Jaga Desa yang telah dilaksanakan di wilayah Kab. Tana Toraja selama sebulan terakhir ( bulan juli ).

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja Andi Ardi Arman mengatakan ada macam modus kepala desa melakukan tindak pidana korupsi.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penegak hukum baik kepolisian dan kejaksaan setidaknya ada sembilan modus korupsi dana desa,” ujar Andi Ardi Arman di depan 91 Personil Bhabinkamtibmas dan 13 Kapolsek Polres Tana Toraja.

“Jika mendapati poin-poin itu silahkan laporkan Kadesnya kepada pihak berwajib karena itu korupsi,” tambah Andi Ardi Arman.

Berikut sembilan modus korupsi Dana Desa yang disampaikan Kasi Intel Kejari Tana Toraja

– Membuat RAB (Rancangan Anggaran Biaya) di atas harga pasar kemudian membayarkan berdasarkan kesepakatan yang lain.

– Kepala Desa mempertanggung jawabkan pembiayaaan bangunan fisik dana desa padahal bersumber dari sumber lain.

– Meminjam sementara dana desa dengan menggunakan rekening pribadi kemudian tidak dikembalikan.

– Pemotongan dana desa oleh oknum kecamatan, kabupaten.

– Membuat perjalanan dinas fiktif lingkup provinsi maupun lingkup kabupaten dengan cara memalsukan tiket penginapan/perjalanan.

– Mark Up pembayaran honorarium perangkat desa.

– Pembayaran ATK tidak sesuai dengan real cost (mark up pembayaran) dengan cara pemalsuan bukti pembayaran..

– Memungut pajak namun hasil pungutan pajak tidak disetorkan ke kantor pajak.

– Melakukan pembelian inventaris kantor dengan dana desa namun diperuntukkan secara pribadi oleh Kades.

Sementara Kapolres Tana Toraja Julianto P. Sirait di hadapan Kapolsek dan 91 BhabinKamtibmas mengatakan, kehadiran Kasi Intel Kejari ini bertujuan untuk memaparkan mekanisme pengawasan dana desa yang harus di fahami dan di pedomani.

” Dana Desa adalah program pemerintah pusat, jadi wajib hukumnya bagi kita untuk pastikan Dana Desa itu tepat guna tepat sasaran “. Kata kapolres tana toraja

Lanjutnya lagi, Dana Desa itu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, kehadiran Kasi Intel Kejari Tana Toraja di aula Bhayangkari Polres Tator ini sangat penting artinya bagi rekan rekan Kapolsek dan Bhabin Kamtibmas untuk menimba pengetahuan tentang bagaimana cara atau mekanisme pengawasan Dana Desa sebagai pedoman dalam melaksanakan amanah dari negara ( kawal dan Awasi Penggunaan Dana Desa ).

” Terimakasih Pak kasi Intel atas kehadirannya, dan rekan rekan Kapolsek dan Bhabinkamtibmas, silahkan di ikuti dan tanyakan hal hal yang harus diketahui bersama “.

Sebagai informasi tambahan, 3 Pilar Jaga Desa telah terbentuk di Kab. Tana Toraja, yang terdiri dari 3 institusi yang bekerjasama atas nama negara, yaitu Kejaksaan Negeri Makale, Polres Tana Toraja, dan Kodim 1414 Tana Toraja.

Selama bulan Juli 2019 tercatat , 3 Pilar Jaga Desa telah melakukan sosialisasi tata kelola dana desa di hampir seluruh kecamatan yang ada di kab. Tana Toraja.

Dan sebagai informasi tambahan, sejak sebulan terakhir pasca sosialisasi 3 Pilar Jaga Desa, transparansi pengelolaan Dana Desa yang dikerjakan oleh Lembang Lembang mulai terlihat , pengerjaan pengerjaan pembangunan menggunakan ADD aktif di kawal oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa dengan mengikutsertakan Kepala Lembang maupun Tim Pelaksana Kegiatan pada setiap kesempatan kunjungan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here