Kepala BNNP SulSel Hadir Dalam Dialog Interaktif Remaja Teman Sebaya Tanpa Narkoba Di Toraja

212
0
Handover (Kepala BNNP SulSel).

Updatekareba.Com, Toraja – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tana Toraja terus ajak generasi muda untuk memerangi narkoba. Salah satunya dengan membentuk Teman Sebaya atau Peers untuk memberikan informasi dan menjadi strategi pencegahan yang dilakukan BNN dalam mengantisipasi penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja.

Kepala BNNP Sulawesi Selatan Brigjen Pol Drs.Ghiri Prawijaya, M.Th saat hadir dalam kegiatan ini menyampaikan tentang bahaya narkotika.

“Bangsa ini harus kita jaga, dan para pelajar adalah harapan utama bangsa dan negara ini, dan jangan generasi muda kita ini dirusak oleh narkoba,” kata Brigjen Pol Drs.Ghiri Prawijaya, di Burake Hills, Jumat (9/7/2021).

Sementara Kepala BNNK Tana Toraja AKBP Natalia Dewi Tonglo mengajak dan mengimbau masyarakat Toraja khususnya bagi para remaja dan berbagai unsur masyarakat untuk memerangi narkoba agar wilayah Kabupaten Tana Toraja dapat bersih dari narkoba.

AKBP Dewi Tonglo juga berharap dengan kegiatan ini dapat mengurangi atau menekan permasalahan penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan ini diadakan melalui dialog interaktif, dihadiri 10 pelajar yang berasal dari sekolah di Kabupaten Tana Toraja yakni SMKN 1 Tana Toraja, SMK Mika, dan SMK Pati.

Hadir pula sebagai salah satu narasumber pada kegiatan ini Penyuluh dari BNNP SulSel Ida Putri. Kegiatan Dialog interaktif ini akan dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menggunakan protokoler kesehatan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Tana Toraja Juanedi Bara Padang menjelaskan, Teman Sebaya atau peers adalah anak-anak dengan tingkat kematangan atau usia yang kurang lebih sama. Salah satu fungsi terpenting dari kelompok teman sebaya dikatakannya adalah untuk memberikan sumber informasi dan komparasi tentang dunia di luar keluarga.

“Melalui kelompok teman sebaya remaja nantinya mereka menerima umpan balik dari teman-temannya tentang kemampuan mereka. Remaja menilai apa-apa yang mereka lakukan, apakah dia lebih baik dari pada teman-lemannya, sama, ataukah lebih buruk dari apa yang remaja-remaja lain kerjakan. Hal demikian akan sulit dilakukan dalam keluarga karena saudara-saudara kandung biasanya lebih tua lebih muda (bukan sebaya),” kata Juanedi Bara Padang.

Para remaja anti narkoba ini juga disiapkan menjadi duta – duta anti narkoba di Toraja.(*/UK)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here