Kisruh Di Partai Golkar Tana Toraja, Musda X Di Tunda

1032
0
Kericuhan dan pelanggaran prokes massa pendukung Istri Bupati Tana Toraja di kantor Golkar Tana Toraja, Rabu (7/4/2021).

Updatekareba.Com, Toraja – Tensi politik jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Tana Toraja, Sulawesi Selatan memanas

Di hari kedua dan ketiga pendaftaran, sejumlah kader beringin mengamuk dan bersitegang dengan panitia Musda.

Massa memprotes penggantian pimpinan kecamatan menjelang Musda Golkar.

Pimpinan kecamatan merupakan pemilik suara dalam Musda.

Spekulasi berkembang. Massa yang melakukan protes disebut-sebut massa yang kontra terhadap Victor Datuan Batara.

Menanggapi hal tersebut, Plt Ketua DPD II Golkar Tana Toraja Lukman B Kady mengatakan penggantian pimpinan kecamatan sudah tepat dan tidak melanggar aturan apapun.

Lukman mengatakan kepengurusan DPD II hingga tingkat kecamatan sudah berakhir sejak penunjukkan Plt oleh DPD I Golkar Sulsel.

“Jadi semua pengurus sudah demisioner mulai dari DPD II sampai kecamatan. Tidak ada lagi pengurus selain saya yang di-SK-kan oleh DPD I,” kata Lukman saat dihubungi Tribun Timur, Selasa (6/4/2021).

Lukman mengatakan dirinya punya kewenangan menunjuk pengurus harian hingga pimpinan kecamatan sejak diberi mandat sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Tana Toraja.

Lukman juga mengaku tidak berpihak pada faksi manapun di Golkar Tana Toraja.

Baik faksi pendukung Theofilus Allorerung maupun faksi pendukung Victor Datuan Batara.

“Saya bentuk pimpinan kecamatan setingkat di atasnya. Saya tunjuk pengurus harian jadi pimpinan kecamatan. Dan saya tidak kenal pendukung siapapun,” tambahnya.

Lukman B Kady pun menegaskan menunda pelaksanaan Musda ke X Partai Golkar Tana Toraja.

“Kami tunda Musda sampai waktu yang tidak ditentukan. Jika situasinya sudah kondusif dan aman baru kami lihat dan bicara waktu pelaksaanaan Musda,” tegas Lukman.

Musyawarah Daerah Partai Golkar Tana Toraja disebut-sebut akan menjadi pertarungan kubu Theofilus Allorerung melawan Victor Datuan Batara.

Bahkan pertarungan Theofilus Allorerung melawan Victor Datuan Batara berpeluang menjadi pertarungan jilid III antara keduanya.

Istri Theofilus, Yariana Somalinggi maju menantang Victor Datuan Batara di Musda Golkar Tana Toraja.

Hingga Rabu (7/4/2021), panitia mencatat sudah tiga pendaftar yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon Ketua Golkar Tana Toraja.

Ketiganya yaitu Victor Datuan Batara, Nico Mangera, hingga Yariana Somalinggi’.

Victor Datuan Batara adalah mantan Wakil Bupati Tana Toraja. Ia juga tercatat sebagai demisioner Ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja.

Sedangkan Yariana Somalinggi adalah anggota DPRD Tana Toraja. Ia pernah menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar.

Namun jabatan ketua fraksi itu dicopot oleh Victor Datuan Batara akibat perbedaan pilihan politik di Pilkada Tana Toraja 2020 lalu.

Yariana Somalinggi bersebrangan dengan Victor Datuan Batara karena memilih gabung barisan suaminya.

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Tana Toraja Randan Sampe Toding, meluruskan tentang kejadian di kantor Golkar Tana Toraja ini.

“Tidak ada kericuhan, semua aman terkendali, dan tidak ada yang anarkis,” kata Randan Sampe Toding, dalam rilis persnya.

Randan yang juga anggota DPRD Tana Toraja dari Fraksi Golkar ini juga menjelaskan kejadian sebenarnya saat hari terakhir pendaftaran Ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja.

“Teman pengurus DPD dan Pimpinan Kecamatan cuma merasa seperti dilarang datang dirumah sendiri karena petugas seperti terlalu protektif,” ungkap Randan.

Lanjut Randan massa ini Sebahagian besar adalah AMPG bersama massa Balon Ketua lain Yaitu Nicodemus Mangera yg kemarin juga mengambil Firmulir Pendaftaran,

Massa Lain adalah Unsur Pimpinan yang diganti secara sepihak oleh Plt. Ketua Golkar Tana Toraja.

Sebelumnya diberitakan massa hendak mengantar Istri Bupati Tana Toraja, Yariana Somalinggi mendaftar calon ketua ketua Golkar Tana Toraja.

Namun massa dihadang oleh puluhan aparat kepolisian yang disiagakan di pintu gedung sekretariat.

Massa yang memaksa masuk pun saling dorong-dorong dengan aparat polisi.

Namun jumlah massa yang banyak tak mampu dibendung oleh polisi.

“Ini rumah kami, jangan halangi kami,” teriak para kader Golkar Tana Toraja.

Tak hanya di depan pintu, kader dan polisi bahkan terlibat dorong-dorongan hingga ke ruang aula sekretariat.

Jajaran Polres Tana Toraja yang dipimpin langsung Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu, langsung memgamankan situasi kericuhan dan pelanggaran prokes dimasa Pandemi ini.

Yariana Somalinggi juga telah melakukan pendaftaran atau mengambil formulir calon ketua Golkar Tana Toraja.

Sebagai informasi, kericuhan juga terjadi pada Selasa (6/4/2021) kemarin.

Sejumlah kader beringin mengamuk dan bersitegang dengan panitia Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Tana Toraja.

Kader memprotes penggantian pimpinan kecamatan (PK) menjelang musda Golkar.

Di mana, penggantian PK itu dinilai sangat mendadak.

Alasan lainnya, kader menilai Musda Golkar kali ini kental rekayasa.(*/UK)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here