Krisis Air Bersih Di Toraja Utara, Dirut PDAM : “Itu Kehendak Tuhan”

337
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Krisis air dialami ratusan warga selama sebulan belakangan ini di Salu Tanga’, Jl. Serang, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Selain itu, masyarakat di Lembang Tondon Siba’ta, Kecamatan Tondon juga mengeluh air tangki PDAM mahal.

Direktur Utara (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toraja Utara, Markus Lempang, rupanya memiliki alasan yang sama “klasik” akibat terjadi krisis air ini.

“Pelanggan di Salu Tanga’ Jl. Serang dilayani demgan air dari Salu Silaga sekarang sudah kering, bukan kehendak kita yang jadi, kehendak Tuhan,” kata Direktur PDAM Toraja Utara, melalui rilis Diskominfo Toraja Utara, menanggapi persoalan krisis air bersih di Toraja Utara.

Sayang, krisis air yang terjadi di Minut khususnya Kecamatan Tallunglipu dalam satu bulan terakhir, cukup membuat warga geram. Warga menilai, alasan pihak PDAM adalah jawaban “klasik” karena sering sekali dijadikan senjata.

“Coba saja ada warga yang terlambat bayar air, pasti langsung diputus meternya. Tapi kalau air sering mati, PDAM hanya beralasan itu-itu saja,” keluh Warga yang minta namanya tidak dituliskan.

Untuk diketahui Pemerintah Kabupaten Toraja Utara  memperoleh penetapan pemberian hibah daerah untuk program hibah air minum perkotaan  sebesar Rp. 36 M, dengan sumber dana melalui Kementrian Keuangan Republik Indonesia dalam Tahun Anggaran 2019.

Dana hibah  tersebut akan diberikan dalam dua tahapan, yakni di tahun anggaran 2019 dan 2020.

Dana hibah ini untuk proyek  pengelolaan air di Batu Kianak Kecamatan Sa’dan terus ke Rumah Sakit Pongtiku  ke Lembang Buntu Lampan Kecamatan Tallunglipu terus ke Bori sampai di Kelurahan Tantannan Tallunglipu  hingga sampai di pariwisata Kalimbuang.

Dua tahun sebelumnya sudah dibangun sistem pengelolaan sumber daya air (PSDA) yang bertujuan untuk peningkatan pengelolaan air di Salu Silaga sampai di Batu Kianak dengan pompengan air  berkapasitas ideal.

Salain dana hibah yang Rp. 36 M itu, Pemkab Toraja Utara juga mendapatkan program bantuan hibah untuk sambungan rumah (SR) sebanyak 520  titik sambungan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here