LIPI Bangun Laboratorium Bioproduk Terintegrasi Pertama di Indonesia

237
0
Handover

Updatekareba.Com, Jakarta – Untuk mendukung kegiatan penelitian, pengembangan dan pengujian bioproduk berbasis sumber daya hayati, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membangun laboratorium bioproduk terintegrasi (Integrated Laboratory of Bioproducts) atau iLaB yang diawali lewat prosesi ground breaking pada Selasa (16/4) di Cibinong, Jawa Barat.

“Keberadaan iLaB memiliki posisi yang sangat penting di Indonesia dan diharapkan dapat berkontribusi secara nyata dalam pengembangan iptek dan Sistem Inovasi Nasional,” ujar Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko.

Handoko menjelaskan, konsep integrasi iLaB ini mencakup karakterisasi bahan baku bioproduk, proses pembuatan bioproduk, pengembangan metode uji bioproduk yang terstandarisasi, serta pengujian, sertifikasi mutu, keandalan dan kehalalan bioproduk.

“Fasilitas iLaB ini dapat digunakan seluruh institusi riset dan pendidikan di Indonesia,” jelas Handoko. Menurut Handoko, konsep open facility ini akan menciptakan hubungan dengan industri sehingga paten bisa komersial dan bermanfaat untuk masyarakat luas.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menjelaskan, bioproduk yang menjadi fokus iLaB merupakan material berbahan sumber daya hayati yang diproses menjadi produk baru yang mempunyai nilai tambah dan ekonomi, seperti biokomposit, biopestisida, papan serat, perekat alam ramah lingkungan, bioetanol, bioplastik dan lainnya.

“Bioproduk juga merupakan bahan hayati yang digunakan dalam keadaan hidup, misalnya enzim dan pupuk oganik, maupun produk inovatif seperti bilah turbin dan sepeda berbahan dasar kayu dan lainnya,” jelas Enny.

Enny juga menambahkan,kegiatan riset di iLab juga mencakup pengembangan biopolimer dari selulosa untuk aplikasi dalam bidang obat, pangan, penyimpan energi dan material ringan.

“Kami berharap akan menjadi harapan baru dalam pengembangan bioproduk di Indonesia.”

Plt. Kepala Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, Dede Heri Yuli Yanto menjelaskan pembangunan iLab beserta peralatan pendukung riset telah mendapatkan persetujuan pendanaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS melalui mekanisme pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun anggaran 2019 dengan total usulan sebesar Rp. 95 M.

“Fasilitas iLaB terdiri dari gedung dengan dua lantai dengan luas 3379 meter persegi serta area workshop untuk aktivitas produksi skala kecil dari beberapa bioproduk,” ungkap Dede.

Dirinya menjelaskan, pembangunan gedung iLaB direncanakan akan berlangsung selama 181 hari dengan pengadaan peralatan dan mesin selama 200 hari.

“Kami harapkan di akhir bulan November peresmian Gedung iLaB dapat dilakukan,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here