Longsor di Jalan Poros Toraja-Makasar, Polisi Dan Warga Gerak Cepat Lakukan Evakuasi

741
0

Updatekareba.Com, Toraja – Musibah tanah longsor kembali terjadi, kali ini terjadi di Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Rabu (6/1/2021).

Akibatnya Jalan poros Toraja-Makassar tertutup tanah dan longsoran batu besar.

Kapolsek Mengkendek Iptu Yohanis Mundu yang mengetahui peristiwa tersebut langsung bergerak cepat mendatangi lokasi, bersama dengan anggota langsung melakukan evakuasi dengan alat seadanya.

Tidak sendiri, aparat Polsek Mengkendek juga dibantu beberapa warga setempat termasuk Kepala Lembang Buntu Datu yang turut membersihkan material longsor yang menutupi jalan.

Kemudian Kapolsek Mengkendek berkoordinasi dengan pemilik alat berat (Loder) untuk membersihkan material longsor yang berdiameter 4×4 meter untuk menggeser dari jalan yang menghalangi kelancaran arus lalu lintas.

Respon cepat Kapolsek Mengkendek mendatangi lokasi longsor dan melakukan evakuasi merupakan salah satu upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri.

Dalam rangka membangun empati antara Polri dan masyarakat, perlu dipahami kedua kemampuan ini yakni kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dalam kehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas.

Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi. Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warga negara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here