“Lontaran Kebencian”

222
0
Maskot Pilkada Tana Toraja 2020.

Updatekareba.Com, Toraja – Ujaran kebencian terus menerus terjadi, terutama dalam media sosial walau masa kampanye pilkada sudah usai.

Pemenang pun sudah ketahuan dari rekap per kecamatan yang sudah selesai.

Hal ini menjadi perhatian khusus Yervis M Pakan, selaku aktivis 98 yang berasal dari sulawesi selatan.

Yervis berujar, emokrasi yang kita perjuangkan jauh hari sebelum puncaknya tahun 1998, bukan model begini.

“Harusnya dua dekade terakhir sudah memberi kita pelajaran bahwa berbeda itu biasa saja,” kata Yervis, dalam rilis persnya, Senin (14/12/2020).

Dan dari pengalaman berbagai kontestasi politik, biasanya pemenang justru adalah minoritas bila kandidat lebih dari dua.

Sebagai contoh, di Tana Toraja dan Toraja Utara yang kandidatnya ada tiga (3) pasang, pemenang tidak lebih dari 50 percen, jadi akumulasi lawan lawannya justru mayoritas.

“Harusnya tim sukses dan kandidat yang menang memikirkan ini, sikap negarawan sangat dibutuhkan.
Mereka harusnya berpikir bagaiman merangkul massa lawannya, supaya bisa bekerja dengan baik” ujar yervis.

Masa selama 3.5 tahun kedepan harus tercipta suasana kondusif, supaya dapat melayani dan bekerja ditengah Pandemi Covid 19.

Yervis M Pakan, mengucapkan selamat kepada semua pasangan Kandidat yang menang di sulawesi selatan.

“Ayo kita saling bahu membahu membangun daerah kita tercinta,” tutup Yervis.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here