MANAJEMEN STRATEGI KAMPANYE

101
0
Siswanto Pabidang.

Updatekareba.Com, Madura – Tahun 2020 akan ada keramaian Pilkada di seluruh Indonesia, tahapan sekarang adalah penjaringan yang dilakukan oleh partai politik.

Para kandidat berusaha semaksimal mungkin untuk terlihat bagus, berkesan, dan tegar.

Salah satu tahapan yang tidak kalah pentingnya adalah masa kampanye. Apakah itu kampanye?

Kampanye dipersamakan dengan propaganda. Karena keduanya merupakan wujud tindakan komunikasi yang terencana dan sama-sama ditujukan untuk mempengatuhi khalayak. Bedanya bahwa propaganda berkonotasi negatif.

Menurut Roger dan Storey, kampanye adalah serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan menciptakan efek tertentu kepada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu.

Setiap aktivitas kampanye komunikasi setidaknya mengandung empat hal yaitu (1) tindakan kampanye untuk menciptakan efek atau dampak tertentu, (2) jumlah khalayak sasaran yang besar, (3) dipusatkan kurun waktu tertentu, dan (4) melalui serangkaian tindakan komunikasi yang terorganisasi.

Selain itu kampanye juga memiliki karakteristik berupa jelasnya sumber yang menjadi penggagas dan penanggungjawab.

Pesan kampanye terbuka untuk didiskusikan karena gagasan dan tujuan kampanye mengandung kebaikan untuk publik (public good) dan untuk kesejahteraan umum (public interest).

Manajemen kampanye meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kampanye harus dikelola secara efektif dan efesien.

Kampanye politik/pemilukada bertujuan untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan para pemilih. Kampanye ini menawarkan visi, misi, dan program kerja kandidat kepada peserta pemilih, dengan harapan akan adanya dukungan dari massa pemilih.

Bagaimana dengan strategi kampanye? Strategi kampanye yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung, efesien dalam pendanaan, memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.

Strategi kampanye yang bisa dijadikan pegangan, antara lain:

1). Jadilah Otentik
Seorang Calon Pemimpin harus memiliki karakter yang kuat, pemilih tidak suka dengan pemimpin yang hanya berisi omong kosong dan hanya melakukan pencitraan.

2). Jangan Menjadi Superman
Jangan merasa dirinya hebat, banyak yang berpikir bahwa dia
akan menang dengan kekuatan yang dimilikinya.

3). Character dan Positioning
Anda ingin dipandang sebagai apa? Seorang pebisnis yang peduli rakyat? Seorang pemimpin yang peduli rakyat kecil? Atau seorang pemimpin yang peduli pendidikan, kesehatan, budaya dan pariwisata? Atau menjadi apa?

4). Menjadi yang Terdepan Mempertahankan Ideologi
Anda harus siap menerima kritik dari yang tidak sejalan dengan ide-ide anda. Anda harus tunjukkan ke pemilih bahwa “inilah saya yang akan berjuang buat rakyat”.

5). Pesan Kampanye yang Kuat
Fokus pada pesan apa yang kuat agar selalu diingat oleh pemilih anda.

Mendapatkan pemimpin yang sesuai keinganan masyarakat adalah suatu anugerah, terlebih lagi jika pemimpin tersebut berhasil mensejahterakan masyarakatnya.(*)

(*) Siswanto Pabidang/pemerhati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here