MENCARI SOSOK PEMIMPIN BARU PMTI 2021-2026 Oleh: Dr. dr. SISWANTO PABIDANG, SH, MM

446
0
Siswanto Pabidang.

Updatekareba.Com, Toraja – Dalam buku yang berjudul Mindset terjemahan karya Carol S. Dweck (2008), tertulis sebuah pertanyaan: Apakah Pemimpin Dilahirkan atau Diciptakan? Ternyata wawancara yang dilakukan Warren Bennis terhadap para pemimpin besar mereka sepakat bahwa pemimpin diciptakan tidak dilahirkan. Alasannya bahwa setiap orang, berapapun usia dan apapun lingkungannya, mampu memperbaiki diri.

Ketika sebuah organisasi berjalan dengan baik jarang yang menanyakan siapa pemimpinnya tetapi ketika organisasi memburuk maka segeralah semua menunjuk kepada pemimpin tersebut. Nah, berikut ini kita akan mengetahui lima level kepemimpinan agar kita bisa mengukur atau menaksir kita berada pada level keberapa.

Menurut John C. Maxwell dalam buku yang berjudul The 5.0 Leader (Ryan Martian, 2020) menyatakan bahwa jika kepemimpinan itu diibaratkan anak tangga maka terdapat lima (5) tangga utama yang harus dilewati oleh pemimpin organisasi. Level kepemimpinan yang pertama disebut Positional Leader, kedua adalah Permission Leader, ketiga adalah Production Leader, keempat People Development Leader dan kelima Pinnacle Leader.

Positional Leader adalah kepemimpinan pada level terendah dari lima level tersebut di mana pada kepemimpinan ini orang mengikuti Anda karena kebetulan mereka tidak punya pilihan karena hanya Anda yang dipercaya untuk memegang posisi itu. Pada Permission Leader, level kepemimpinan ini telah terjadi interaksi dan kesediaan tim untuk dipimpin. Orang mulai mengikuti bukan karena harus, tetapi karena mereka ingin. Pengaruh Anda sebagai pemimpin mulai terlihat dan Anda mulai dicintai. Level ketiga adalah Production Leader dimana pada level ini Anda mulai diperhitungkan baik dalam tim atau organisasi oleh pihak luar. Sudah ada hasil yang dibanggakan. Orang sudah mengikuti apa yang Anda lakukan bukan apa yang Anda katakan.

Berikutnya level kepemimpinan keempat People Development Leader yaitu seorang pemimpin yang mengembangkan potensi anggota Timnya menjadi calon-calon pemimpin baru. Kesuksesannya adalah kesuksesan bersama.Dan yang terakhir adalah kepemimpinan level kelima Pinnacle Leader yaitu kepemimpinan level tertinggi di mana orang mengikuti Anda karena apa yang Anda representasikan. Nilai kepemimpinannya masih dirasakan dan dikenang serta menginspirasi seseorang dengan nilai-nilai serta filosofi yang hidup yang dimilikinya. Inspirasi dalam bentuk karakter, nilai-nilai, maupun perbuatan yang dilakukannya.

Setelah memahami kelima level kepemimpinan organisasi tersebut maka bersegeralah mempersiapkan diri untuk maju pada MUBES IV PMTI tahun 2021 untuk memperebutkan dan menduduki kursi sebagai ketuanya.

Namun demikian masih ada yang perlu diperhatikan yaitu kepemimpinan ala masyarakat Toraja. Di masyarakat Toraja filosofi yang masih hidup sampai sekarang dalam mencari kualitas seseorang apalagi dalam memilih seorang pemimpin adalah yang sering didengar dan digaung-gaungkan: Kinaa (Arif dan Bijaksana), Manarang (Cerdas dan Pandai), Barani (Berani, Tegas, Punya Pendirian) dan Sugi’ (Kaya tidak hanya Materi).

Bila membaca buku Toraya Ma’kombongan (2013) maka catatan pentingnya adalah Toraya Ma’kombongan telah merekomendasikan untuk kembali ke kearifan lokal Toraya dalam mencari calon-calon pemimpin. Kearifal lokal itu adalah Sugi’ na Kinaa, Manarang na Barani dan Un Nangga’ Tongkonanna (Menghargai Tongkonanna).

Di bulan September 2021 ini PMTI (Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia) akan mencari seorang sosok pemimpin yang akan diserahi tanggungjawab selama lima (5) tahun ke depan. Mencari Nahkoda Baru menurut istilah PMTI Banten dalam acara Zoom beberapa waktu lalu berusaha membuka wawasan Sang Torayan dalam rangka menemukan sosok tersebut.

Sebagai sebuah organisasi maka PMTI tentunya menjadi wadah kepentingan Sang Torayan baik di tingkat lokal, regional dan nasional bahkan tidak menutup kemungkinan pada tingkat internasional atau global.

PMTI dapat mengisi ruang dan mengambil posisi tawar dengan pihak Pemerintah maupun pihak lain sehingga sebagai suatu organisasi dapat diperhitungkan. Semoga apa yang dikatakan oleh Morgan Mc Call (1998) bahwa banyak organisasi masih percaya pada orang-orang yang memiliki bakat alami dari pada orang-orang yang mempunyai potensi untuk berkembang, perlu dikaji secara matang dan mendalam.

Akhirnya, selamat ber-MUBES PMTI yang ke IV, sukses dan diberkati Tuhan dalam menemukan Pimpinan Barunya. Pemimpin yang cakap, dan takut akan Allah, yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap (dapat dibaca dalam Keluaran 18 ayat 21). Tetap menerapkan Protokol Kesehatan karena ancaman Covid-19 masih ada. Salama’….

(Pamekasan, 06/09/2021).(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here