Mengenal Roti Gambang, Salah Satu Roti Terbaik Dunia

273
0

UPDATEKAREBA.COM, TORAJA – Anda punya bayangan yang jelas apa itu roti? Namun, pernahkah Anda –terutama anak-anak muda generasi Z yang lahir tahun 1995-2010– mendengar atau mencicipi roti gambang?

Bagi generasi Z mungkin mereka lebih akrab dengan pizza atau roti-roti ala Barat tapi tidak dengan gambang. Padahal roti gambang ini merupakan makanan khas Indonesia. Tepatnya roti ini menjadi bagian budaya masyarakat Betawi dan Semarang. Panganan ini juga masih bisa kita temui di dua daerah itu.

Mungkin karena dianggap legendaris, pada awal Mei ini CNN memasukkan roti gambang dalam daftar 50 roti terbaik di dunia. Roti ini sejajar dengan Biskuit dari Amerika Serikat, Appam (Sri Lanka), Gyeran-ppang (Korea Selatan), Tortillas (Meksiko), Roti canai (Malaysia), Kare pan (Jepang), Paratha (India), Baguette (Prancis), Pai bao (Hong Kong).

Kisah Roti Gambang
Roti ini sudah ada sejak zaman kolonial. Menurut cerita, ada dulu ada sebuah perusahaan roti di Batavia yang dibuat orang Belanda. Ia kemudian memilih bentuk roti yang mirip dengan bilah-bilah alat musik gambang kromong asal Betawi. Karena mirip dengan alat musik itulah roti ini diberi nama roti gambang.

Dari Betawai, roti ini berkembang ke Semarang. Jika di Betawi disebut roti gambang, di Semarang roti ini disebut roti ganjel rel. Penamaan ini mengacu pada bentuk dan tekstur roti yang tebal seperti bantalan rel.

Saat Belanda menjajah Indonesia, roti ini memang menjadi menu sarapan mereka, khususnya Belanda yang tinggal di Betawi dan Semarang. Ketika Indonesia merdeka, orang Indonesia berusaha meniru pembuatan roti ini. Tentu dengan sejumlah modifikasi. Misalnya mereka mengganti tepung terigu dengan tepung gaplek.

Di tangan orang Indonesia, aroma roti juga diubah. Misalnya mereka menggunakan berbagai rempah khas tanah air seperti kapulaga, kayu manis, dan berbagai rempah lainnya yang kemudian dicampur dengan gula, tepung, dan telur. Tekstur roti gambang yang padat membuat makanan ini cocok menjadi menu sarapan karena sifatnya yang mengenyangkan.

Di Jakarta, kita bisa menjumpai roti dini di toko Roti Lauw dan Roti Tan Ek Tjoan. Sementara di Semarang, roti ini salah satunya bisa kita jumpai di Toko Oen Semarang.

Menurut Budayawan Betawi Yahya Adi Saputra, jika dilihat kembali pada masa kolonial, banyak perusahaan roti di Batavia (sekarang Jakarta), yang menggunakan bentuk menyerupai bilah pada Gambang Kromong.

Roti Gambang di Betawi biasa dihidangkan ketika pagi hari sebelum memulai aktivitas. Yahya mengaku semasa kecil, orang tuanya kerap membekali dirinya dengan roti ini untuk bekal sekolah. Tapi karena keras dan mengenyangkan, ia hanya mampu makan setengah dan setengahnya dihabiskan di rumah.

Menurut Jenny Megaradjasa, pemilik toko Oen Semarang, Roti Ganjel Rel itu berasal dari roti Belanda yang namanya Ontbijtkoek. Ia menduga kemungkinan besar resep roti Belanda ini merupakan akulturasi Indonesia dan Belanda.

“Roti ini dibuat dengan rempah-rempah dari Indonesia, seperti kapulaga, manis jangan, dan macam-macam rempah Indonesia, dicampur dengan tepung terigu, gula, dan telur,” ujar Jenny.

Roti gambang atau roti ganjel rel terkenal akan cita rasanya yang manis dan tekturnya kasar dengan warna cokelat dan taburan wijen di punggungnya.(*/uk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here