Mengenal Varian Delta Plus

135
0
Warga melintas di dekat mural bertemakan COVID-19 di Petamburan, Jakarta, Rabu (21/7/2021). Berdasarkan data Kemenkes RI, pada hari pertama perpanjangan Pemeberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kasus COVID-19 di Indonesia kembali menurun dari 38.325 orang menjadi 33.772 orang per hari. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

Updatekareba.Com, Jakarta – Sebuah kabar mengejutkan kembali terjadi. Kabar itu menyebut virus Corona varian delta plus telah masuk ke Indonesia. Kasus varian delta plus itu ditemukan di Jambi.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Jambi Johansyah membenarkan. Kata dia, dua dari tujuh pasien di RS Raden Mattaher dipastikan telah terjangkit varian AY.1 atau delta plus.

Terungkapnya pasien yang terjangkit varian delta plus itu berawal saat RS Raden Mattaher mengirim 454 sampel ke Lembaga Biologi Molekuler Eijkman pada akhir Juni lalu. Dari 7 pasien yang positif varian delta, menurut Johansyah, 2 orang terjangkit varian AY.1 atau delta plus dan 5 orang terserang varian AY.3.

Selain di Jambi, varian delta plus itu juga ditemukan di Mamuju, Sulawesi Barat. “Iya. Kami menemukan varian Delta Plus di Jambi dan Mamuju,” kata Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Subandrio, Rabu (28/7/2021).

Selain ditemukan di Indonesia, varian delta plus itu juga telah ditemukan di Amerika Serikat, Kanada, India, Jepang, Nepal, Polandia, Portugal, Rusia, Swiss, dan Turki. Varian Delta plus mulai muncul di database global pada pertengahan Maret, dan pada 26 April kasus varian ini ditemukan di Inggris.

Varian Delta Plus adalah sub-garis keturunan dari varian Delta yang pertama kali terdeteksi di India. Beda varian delta dengan delta plus salah satunya adalah mutasi tambahan, K417N, pada protein lonjakan virus. Protein ini memungkinkan menginfeksi sel-sel sehat.

Posisi K417 berada dalam wilayah protein lonjakan yang berinteraksi dengan protein reseptor ACE2 dan memungkinkan virus menginfeksi sel (termasuk yang ada di paru-paru, jantung, ginjal, dan usus).

Sejumlah ahli kesehatan belum berani menyimpulkan apakah varian delta plus ini lebih ganas dari varian delta. “Kita tidak punya banyak alasan untuk percaya ini lebih berbahaya dibandingkan dengan varian Delta asli,” menurut Dr Jeremy Kamil, virolog dari Pusat Ilmu Kesehatan, Louisiana State University di Shreveport.

Di India varian ini telah dimasukkan ke kategori “varian yang mengkhawatirkan” atau variant of concern (VOC).

Di India varian Delta plus, pertama kali ditemukan pada April 2021. Varian ini terdeteksi di sektiar 40 sampel dari 6 wilayah di 3 negara bagian Maharashtra, Kerala, dan Madhya Pradesh.

Sebuah mutasi virus dinaikkan kategorinya dari “varian yang penting” menjadi “varian yang mengkhawatirkan”, ketika menunjukkan bukti memenuhi sejumlah kriteria, termasuk mudah menular, menyebabkan sakit lebih parah, penurunan netralisasi dari antibodi atau menurunkan efektivitas pengobatan dan vaksin COVID-19.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here