Mengulik dampak pandemi Covid-19 terhadap dinamika peredaran gelap Narkoba di Indonesia

130
0
Handover (Humas BNNP SulSel).

Updatekareba.Com, Makassar – Langkah-langkah yang diterapkan oleh pemerintah untuk mengekang pandemi COVID-19 telah menyebabkan rute perdagangan narkoba melalui udara darat dan laut mengalami gangguan, bersama dengan pengurangan drastis angka kejahatan trans nasional seperti trafficking (perdagangan manusia).

Beberapa rantai pasokan narkoba telah terputus dan para penyelundup mencari rute alternatif, termasuk rute maritim, tergantung pada jenis narkoba yang diselundupkan.

Ini adalah beberapa temuan dari laporan tentang tren pasar obat selama COVID-19, yang diluncurkan oleh Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) tanggal 07 Mei 2020 (https://www.unodc.org/unodc/press/releases/2020/May/covid-19-is-changing-the-route-of-illicit-drug-flows–says-unodc-report.html)

Obat-obatan sintetis, seperti metamfetamin cenderung diperdagangkan lebih banyak melintasi benua melalui udara daripada jenis obat lain.

Oleh karena itu, pembatasan perjalanan udara kemungkinan memiliki efek drastis pada kargo ilegal ini. Olehnya hal ini memicu pola adaptasi atas permintaan pasar yang terus berjalan dengan inisiasi produksi Narkotika sintetis skala rumahan.

Fakta hukum satu persatu terungkap dengan diungkapnya industri Shabu skala rumahan di penjaringan Jakarta Utara pada Maret 2020 lalu, selanjutnya produksi sabu rumahnya oleh pelajar di lubang buaya, Jakarta Timur, pengungkapan produksi Shabu di daerah teluk gong Jawa tengah, sebelumnya di desa Karangjati, Pandaan Jawa timur diungkap produksi Shabu rumahan di kawasan elit tersebut oleh polres Pasuruan.

Olehnya kita harus senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap prekursor narkotika bahan pembuatan Narkotika Sintetis melalui jalur distribusi yang meliputi arus permintaan dan penawaran prekursor Narkotika di Sulawesi Selatan untuk dapat mengendus upaya produksi Narkotika Sintetis sebagai dampak dari Pandemi Covid-19.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here