Menilik Sejarah Hari Anti Korupsi Sedunia

819
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Hari Anti Korupsi Sedunia diperingati setiap tanggal 9 Desember, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan korupsi dan dampak negatifnya terhadap masyarakat.

Peringatan tahun ini merupakan peringatan yang ke 16 sejak pertama kali ditetapkannya Hari Anti Korupsi Sedunia, yang diresmikan pada 9 Desember 2003.

Sejarah lahirnya Hari Anti Korupsi Dunia dimulai setelah Konvensi PBB Melawan Korupsi pada 31 Oktober 2003 untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi.

Melalui resolusi 58/4 pada 31 Oktober 2003, PBB menetapkan 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi Internasional.

Majelis itu mendesak semua negara dan organisasi integrasi ekonomi regional yang kompeten untuk menandatangani dan meratifikasi Konvensi PBB melawan Korupsi.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pemberlakuan Hari Anti Korupsi Sedunia secepatnya.

UNCAC adalah instrumen anti korupsi internasional pertama yang mengikat secara hukum. UNCAC juga memberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan global terhadap korupsi.

Korupsi melibatkan penyalahgunaan kekuasaan yang dipercayakan oleh perilaku tidak jujur dan tidak etis yang mengarah pada keuntungan pribadi.

Korupsi merupakan fenomena sosial, politik dan ekonomi yang kompleks mempengaruhi semua negara.

Karena korupsi telah menghancurkan lembaga-lembaga demokrasi, memperlambat laju pembangunan ekonomi dan berkontribusi terhadap ketidakstabilan pemerintahan.

Korupsi menyerang pondasi lembaga-lembaga demokrasi dengan mendistorsi proses pemilihan, menyesatkan aturan hukum dan menciptakan rawa-rawa nirokrasi yang satunya alasan untuk ada adalah meminta suap.

Tidak ada negara di dunia yang sepenuhnya bebas korupsi. Namun, ada beberapa wilayah dan negara yang kurang terpengaruh dibandingkan dengan yang lain.

Indeks Persepsi Korupsi mengukur tingkat korupsi sektor publik yang dirasakan di seluruh dunia dan menyatakan bahwa lebih dari 68 persen negara di dunia memiliki masalah korupsi serius.

Masalah serius ini memicu kehancuran dengan mempromosikan perdagangan manusia, eksploitasi, ketidakstabilan politik, kematian anak, standar pendidikan yang buruk, perusakan lingkungan, dan terorisme.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here