MEREKA-REKA PEMANFAATAN EKS PERTOKOAN RANTEPAO

1499
0
lokasi Eks. Pertokoan Rantepao.

Updatekareba.Com, Toraja – Hilang sudah bangunan Pertokoan Rantepao. Belum bersih puing-puingnya, sudah banyak yang mempertanyakan pemanfaatannya. Di media sosial ada yang bilang untuk taman hijau, untuk plaza, untuk alun-alun, dan sebagainya. Ada juga yang menampilkan gambar-gambar bangunan masa depan di eks lokasi tersebut, ada yang bermotif Toraja malah ada yang bangunan modern.

 

Mari kita mereka-reka pemanfaatannya:

 

1). Taman Kota

Di Kota Rantepao sama sekali tidak ada taman kota mungkin karena padatnya bangunan atau tidak ada lagi lahan kosong yang dapat digunakan.

Taman kota, taman urban atau taman metropolitan, juga disebut taman munisipal di Amerika Utara, sedangkan di Britania Raya dinamakan taman publik, ruang terbuka publik atau kebun munisipal, adalah taman di dalam kota yang memberikan berbagai fasilitas seperti taman bermain, rekreasi, lapangan olah raga, toilet umum dan ruang hijau kepada penduduk kota dan pengunjung (id.m.wikipedia.org)

Keberadaan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan dapat menjadi salah satu sarana dalam membentuk interaksi sosial masyarakat perkotaan. Proporsi RTH pada kawasan perkotaan minimal sebesar 30% yang terdiri atas 20% ruang terbuka hijau publik dan 10% terdiri atas ruang terbuka hijau privat. Salah satu bentuk ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan adalah taman kota. Taman kota merupakan salah satu kebutuhan vital yang harus terpenuhi di kawasan perkotaan (disperkim.semarangkota.go.id)

Tujuan diselenggarakan taman kota adalah untuk kelestarian, keserasian, dan keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial, dan budaya. Taman kota memiliki fungsi ekologis dan sosialis yang cukup tinggi, dimana keberadaan taman kota dapat membantu mereduksi polusi udara yang ada di kota serta dapat digunakan sebagai wadah dalam menciptakan interaksi sosial hingga membentuk budaya sehat bagi masyarakat perkotaan. Secara ekologis, setiap satu hektar daun hijau yang ada di taman dapat menyerap delapan kilogram CO2 yang setara dengan CO2 yang diembuskan oleh sekitar 200 orang dalam waktu yang sama. Hal tersebut tentu dapat meminimalisir risiko adanya berbagai gangguan kesehatan masyarakat perkotaan.

 

Dengan adanya taman kota, dapat digunakan sebagai area untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan beraktivitas seperti olahraga, rekreasi, dan lain sebagainya yang pada akhirnya dapat mengarahkan masyarakat menuju pola hidup yang sehat.

Desain, operasi dan pemeliharaan taman kota umumnya dilakukan oleh lembaga pemerintah, biasanya di tingkat pemerintah daerah, tetapi kadang-kadang dapat dikontrakkan ke pihak swasta.

Jika jadi taman kota, model bagaimana yang kira-kira cocok dengan alam Toraja?  Ada banyak pilihan salah satunya adalah bisa taman kota dengan rerimbunan pepohonan, bisa dengan adanya bangunan model Toraja dengan multifungsi, untuk melakukan aktifitas kaum muda/milenial, dilengkapi Wi-Fi spot, sarana olahraga/jogging, juga tentunya untuk bersantai keluarga-keluarga, lansia dan anak, dan sebagainya.

 

2). Alun-Alun

Alun-alun (dulu ditulis aloen-aloen atau aloon-aloon atau alon-alon) merupakan suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam (id.m.wikipedia.org)

Keberadaan alun-alun berfungsi pula sebagai ruang publik terbuka di mana rakyat saling bertemu dan fungsi pengaduan rakyat pada raja. Sebagai ruang publik, alun-alun adalah tempat pertemuan rakyat untuk bercakap-cakap, berdiskusi, melakukan pesta rakyat dll.

 

Apakah begitu yang diinginkan dibuat di kota Rantepao? Alun-alun kota Rantepao, rasanya kurang familiar.

 

3). Bangunan Pertokoan Modern

Nah, barangkali ini yang dinanti-nantikan oleh kita semua, suatu Bangunan Pertokoan Modern atau sejenisnya.

Toko modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran berbentuk minimarket, supermarket, department store, hypermarket ataupun grosir yang berbentuk perkulakan.

Jenis toko modern dapat dibedakan melalui luas lantai dan perizinan yang dimiliki. sesuai dengan Perpres Nomor 112 Tahun 2007, yang dijelaskan melalui

Permendag Nomor 53/ M-DAG/ PER/ 12/ 2008 dan digantikan Permendag

Nomor 70/ M-DAG/ PER/ 12/ 2013 yaitu pada Pasal 6 sebagai berikut:

  1. Minimarket, kurang dari 400 m2 (empat ratus meter persegi);
  2. Supermarket, lebih dari 400 m2 (empat ratus meter persegi);
  3. Department Store, lebih dari 400 m2 (empat ratus meter persegi);
  4. Hypermarket, lebih dari 5.000 m2 (lima ribu meter persegi);
  5. Perkulakan, lebih dari 5.000 m2 (lima ribu meter persegi).

 

Lalu Plaza masuk dimana? Plaza ini menjadi trending topik karena demikian yang dikatakan oleh Bupati KTP beberapa tahun lalu.

Plaza atau Town Square adalah pusat perbelanjaan yang secara arsitektur bangunan dirancang tinggi, memiliki lebih dari tiga lantai. Sebuah plaza umumnya dibangun dengan pilihan lokasi pusat kota, karena itulah bangunannya mengutamakan banyak lantai (tinggi), dengan tujuan untuk menghemat tempat. Di dalam sebuah plaza, penyewa besar (anchor tenant) terbatas dalam jumlah, paling banyak dua. Plaza umumnya memiliki atrium di lantai bawah.

Kalau Mal adalah jenis dari pusat perbelanjaan yang secara arsitektur berupa bangunan tertutup dengan suhu yang diatur dan memiliki jalur untuk berjalan jalan yang teratur sehingga berada di antara antar toko-toko kecil yang saling berhadapan. Karena bentuk arsitektur bangunannya yang melebar (luas), umumnya sebuah mal memiliki tinggi tiga lantai.

Di dalam sebuah mal, penyewa besar (anchor tenant) lebih dari satu (banyak). Seperti jenis pusat perbelanjaan lain seperti toko serba ada untuk masuk di dalamnya. Jika ditinjau dari lokasi, mal sebenarnya diperuntukkan berada di dekat lokasi perumahan. Karena itulah bangunan mal melebar, karena dalam pada umumnya lokasi yang dekat perumahan ini, harga tanah relatif lebih murah daripada pembangunan sebuah plaza, yang berada di lokasi pusat kota. Dalam bangunan mal juga umumnya terdapat atrium.

Demikianlah sekilas rekaan eks lokasi Pertokoan Rantepao. Mana yang jadi kita nantikan saja. Namun yang perlu dipahami bahwa apapun yang akan direalisasikan nanti akan menjadi ikon terbaru buat Toraja Utara atau Rantepao khususnya.(***)

(***);SISWANTO PABIDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here