Modus Pinjam Charger, Seorang Pemuda Cabuli Anak Dibawah Umur

339
0
Handover ( Polres Enrekang).

Updatekareba.Com, Enrekang – Polres Enrekang akhirnya menetapkan MA (18) sebagai tersangka kasus pencabulan anak dibawah umur dengan korban HL (15) yang tidak lain tetangga rumah.

Hal tersebut diungkap Kapolres Enrekang AKBP Dr. Andi Sinjaya saat menggelar rilis di ruang tengah Mapolres Enrekang, Kamis (04/03/21). Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Saharuddin.

Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya mengatakan Tersangka MA(18) dengan Korban HL(15) merupakan tetangga yang tinggal di salah satu Kecamatan yang berada di Kabupaten Enrekang

Kejadian tersebut terungkap setelah korban melaporkan kepada orang tuanya berselang satu bulan pasca kejadian, dimana pada saat melakukan perbuatan pencabulan tersangka menggunakan paksaan serta ancaman kepada korban

Adapun Kornologi kejadiannya, diketahui pada hari Kamis tanggal 25 Februari 2021 anggota Polres Enrekang melakukan penangkapan disalah satu kecamatan di Kabupaten Enrekang setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan terkait dengan pelaporan keluarga HL.

Perbuatan cabul tehadap anak tersebut terjadi dikamar korban, dimana pada saat itu ia sementara mandi lalu pelaku datang mengetuk pintu dapur, setelah mandi pelaku pun masuk kedalam rumah dengan alasan untuk meminjam charger Hp, korban kemudian menunjukkan ada di kamar.

Selanjutnya pelaku masuk kedalam kamar korban dan mengecas HPnya, tidak lama kemudian korban masuk kedalam kamarnya lalu pelaku menyuruh korban untuk baring ditempat tidur selanjutnya pelaku melakukan perbuatan cabul terhadap korban.

Sekitar dua minggu setelah kejadian pertama, pelaku kembali datang kerumah korban lalu masuk dengan cara merusak jendela rumah, selanjutnya pelaku masuk kekamar korban lalu kembali melakukan perbuatan cabul terhadap korban.

Saat itu bapak korban sempat terbangun dari tidurnya karena merasakan rumahnya bergoyang kemudian mendatangi kamar korban dan mendapati pelaku berada didalam dikamar.

Saat itu pelaku langsung berkata kepada korban “Sudah kau kerja itu”, sehingga bapak korban berfikir bahwa pelaku meminta tolong korban untuk mengerjakan sesuatu, hingga bapak korban tidak manaruh kecurigaan kepada pelaku.

“Dari hasil pengakuan pelaku mengakui semua perbuatannya yang telah dilakukan terhadap korban,”uUjar Kapolres Enrekang.

“Barang bukti yang ada yaitu VER (Visum Et Repertum) korban dan pakaian yang dipakai korban,” tambahnya.

Kepada tersangka akan dijerat dengan pasal 82 ayat 1 undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintahpengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang Jo pasal 65 ayat 1 KUHP.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here