Mutasi Rasa Pilkada Di Toraja Utara, Wabup Rinto Dicuekin Lagi

726
0
Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, saat melantik 125 pejabat eselon di lantai tiga kantor Bupati Toraja Utara, Senin (6/1/2020).

Updatekareba.Com, Toraja – Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, menegaskan mutasi 125 pejabat eselon yang dilantik, 13 diantaranya adalah pejabat eselon II, dan 112 eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Toraja Utara steril kepentingan politik, namun kenyataannya berbeda.

Buktinya, Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, tidak dilibatkan pada pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat eselon Toraja Utara tersebut, Senin (6/1/2020).

Tak dilibatkannya Ketua DPD Nasdem Toraja Utara yang akrab disapa Rinto ini ke pelantikan pejabat eselon, diduga lantaran namanya disebut-sebut bakal maju pada Pilkada Toraja Utara mendatang dan cerai dengan Bupati Kalatiku Paembonan.

Pantauan redaksi tampak suasana aneh terlihat di barisan kursi pimpinan Pemkab Toraja Utara di lantai tiga Kantor Bupati Toraja Utara, di mana pelantikan pejabat dilakukan.

Mesku tidak ada kursi yang lowong, namun Wabup Toraja Utara Yosia Rinto Kadang tidak terlihat.

Padahal, selaku Wakil Bupati, semestinya orang nomor dua di lingkungan Pemkab Toraja Utara ini  hadir dalam kegiatan itu.

Saat ditemui, Rinto mengatakan ketidakhadiran  dirinya lantaran kecewa.  Bahkan, sejak awal rencana gelaran mutasi ini,  dirinya memang tidak pernah dilibatkan.

Sedikit berbeda dengan gelaran mutasi pejabat eselon saat tahun 2016 dan 2017, dilibatkan dalam rencana mutasi, dan saat pelantikan dan pengambilan sumpah tetap diundang.

“Saya bukannya tidak tahu jika dilaksanakan mutasi. Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kali ini, saya memang tidak dilibatkan,” terangnya.

Disinggung soal posisinya selaku Wakil Bupati, alumni UKI Paulus Makassar ini mengatakan hingga saat ini masih menjabat Wakil Bupati.

“Hingga saat ini saya  masih menjabat Wakil Bupati.  Namun dalam mutasi ini,  dari perencanaan  hingga dilaksanakan pelantikan, saya sama sekali tak ikut dilibatkan,” ujarnya didepan awak media saat ditemui dirumah jabatannya.

“Saya menyayangkan keputusan Bupati dalam mutasi kali ini. Baginya, mutasi ini sama sekali tak tampak adanya perbaikan dalam penempatan pejabat. Bahkan, ada Dinas yang dikosongkan dan hanya dikendalikan seorang pelaksana tugas.

“Ini akan memicu ketidaknyamanan di tatanan birokrasi.,” herannya.

Selain itu, dalam mutasi ini ada 81 Kepsek SD dan SMP yang juga dilantik.

Soal banyaknya pejabat yang dimutasi tidak berdasar pada hasil asessment, Wabup Rinto, juga ungkapkan Pansel hingga Assessment Centre dibentuk dan dilakukan.

“Meski begitu, ia tidak bisa memastikan apakah Bupati sudah menjalankan aturan tersebut. Pasalnya selama ini, ia tidak pernah dilibatkan dalam proses mutasi,” tambah Rinto.

Sementara Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, ditemui usai pelantikan menegaskan, mutasi ini hanya untuk penyegaran dan mengisi sejumlah jabatan yang lowong.

“Sama sekali tak ada hubungan dengan politik. Ini murni sebagai penyegaran dan pengisian jabatan yang lowong,” ujarnya.

Malah, dirinya menyebutkan jika jabatan yang diberikan ini adalah sebuah ‘anugerah’ dan diharapkan tidak disalahgunakan.

Mengenai ketidakhadiran Wabup Toraja Utara, Kalatiku mengatakan tidak tahu.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here