OKSIGEN DAN SATURASINYA

320
0
Siswanto Pabidang.

Updatekareba.Com, Toraja – Beberapa tahun lalu sebelum ada Covid-19 pernah saya baca tentang anugerah Tuhan berupa oksigen, yang jika dirupiahkan maka sungguh fantastis biayanya. Menurut tulisan itu (tahun 2009) bahwa dalam sehari manusia menghirup 2.880 liter Oksigen dan 11.376 liter Nitrogen, dengan harga dua puluh lima ribu rupiah oksigen per liter dan sembilan ribu sembilan ratus lima puluh rupiah nitrogen per liter. Sehingga bila dihargai dengan rupiah maka Oksigen & Nitrogen yang kita hirup, sekitar hampir Rp.180 juta/hari/manusia (https://www.hidayatullah.com).

Oksigen atau zat asam, dahulu kadangkala disebut juga sebagai zat pembakar, adalah unsur kimia yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Dalam tabel periodik, oksigen merupakan unsur nonlogam golongan VIA (kalkogen) dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada temperatur dan tekanan standar, dua atom oksigen berikatan menjadi O2 (dioksigen), gas yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa (setelah hidrogen dan helium) dan unsur paling melimpah di kerak Bumi. Berdasarkan volume, 20,9% atmosfer bumi adalah oksigen (https://id.m.wikipedia.org).

Akhir-akhir ini oksigen begitu disadari pentingnya manakala ada yang membutuhkannya (pada saat sesak) dan tanpa oksigen maka kehidupan ini terancam. Kita baca ada yang komplain rumah sakit karena katanya oksigen ditabungnya kosong. Ada juga katanya beberapa pasien meninggal karena stok oksigen di rumah sakit habis!

Sebagai dokter praktek umum saya sudah punya satu tabung kecil oksigen (sebagai persyaratan berpraktek) yang masih full karena belum terpakai. Saya iseng-iseng ke Apotek menanyakan apakah mereka punya tabung oksigen, meskipun saya lihat di sudut ruangan tidak ada, kata petugas Apotek: kosong! Padahal sebelum Covid-19 selalu ada tabung kecil oksigen yang malah tidak ada yang beli.

Saking hebohnya bahwa oksigen sudah habis maka kepanikan pun terjadi, ada yang menanyakan apakah ada yang punya tabung oksigen untuk dipinjamkan karena sangat dibutuhkan di rumahnya. Bahkan sudah ada pertemuan khusus membahas ketersediaan oksigen dan tabungnya.

Di tengah situasi demikian beberapa ide kreatif bermunculan salah satunya memakai alat gelembung untuk akuarium, tetapi berapa kadar oksigen murninya? Ada juga alat penghasil oksigen dimana udara bebas melalui saringan belakang lalu mengeluarkan oksigen di depan dan bisa langsung dipakai.

Di masa pandemi Covid-19, kita melihat perlunya mengukur saturasi oksigen. Apa itu saturasi oksigen? Saturasi oksigen adalah tolok ukur kesehatan untuk menakar besarnya kadar oksigen dalam aliran darah. Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk mengetahui kondisi seseorang apakah sedang kekurangan oksigen atau tidak. Terutama bagi pengidap penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, pneumonia, kanker paru-paru, anemia, gagal jantung, serangan jantung, sampai Covid-19.

Besarnya saturasi oksigen normal atau di bawah normal tergantung metode pemeriksaannya (https://health.kompas.com):

1). Saturasi oksigen normal dari tes analisis gas darah: di atas 80 mmHg.

2).  Saturasi oksigen di bawah normal dari tes analisis gas darah: kurang dari 80 mmHg.

3). Saturasi oksigen normal dari pulse oximeter: antara 95 persen-100 persen, dan

4). Saturasi oksigen di bawah normal dari pulse oximeter: kurang dari 94 persen.

 

Menyadari betapa pentingnya oksigen itu sama dengan menyadari bahwa kehidupan adalah anugerah Tuhan yang paling berharga.(*)

 

(*). Praktisi Kesehatan, Direktur RS Swasta, Dosen, Mediator, dan Founder PDkT Toraja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here