Ombas – Dedi Akan Bersih – Bersih Pegawai Kontrak Pemkab Toraja Utara

936
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Tahapan Pilkada serentak kabupaten Toraja Utara tahun 2020 telah selesai pada masa Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, yang dilaksanakan oleh KPU Toraja Utara pada Sabtu (23/1) minggu lalu di Heritage Hotel, Rabu (27/1/2021)

Terkait hal tersebut, pada sambutannya di kegiatan Penetapan Paslon Terpilih itu, Andarias Duma selaku Ketua Bawaslu Toraja menegaskan bahwa sudah tidak ada lagi yang namanya nomor 1, nomor 2 ataupun nomor 3.

“Tidak ada lagi nomor 1, nomor 2, dan nomor 3, tapi sekarang kita semua masyarakat Toraja Utara, untuk itu mari kita semua bergandengan tangan membangun Toraja Utara. Good Goverment menjadi perbaikan pemerintah kabupaten Toraja Utara kedepan”, pesan Andarias Duma’

Sementara Frederik V. Palimbong sebagai Wakil Bupati terpilih dalam sepatah katanya menyampaikan bahwa tahapan penetapan paslon terpilih telah dilaksanakan ini menjadi episode terakhir. Proses tahapan sudah berjalan dengan baik dan telah diterima dengan baik bersama.

“Dalam proses selama ini jika ada kesalahan kami berdua bersama tim agar dimaafkan dan marilah kita membangun kabupaten Toraja Utara ini secara bersama”, kata Frederik V. Palimbong.

Di kesempatan yang sama juga, Yohanis Bassang selaku Bupati terpilih mengatakan bahwa ini sejarah kedua pada pilkada di Toraja Utara yang berjalan dengan baik, aman dan tertib tanpa ada permasalahan.

“Ini sejarah kedua pada pilkada di Toraja Utara, dimana proses Demokrasi berjalan dengan baik dan tidak ada yang kalah, tidak ada yang menang. Disini saya ungkapkan dan apresiasi masyarakat Toraja Utara yang dewasa dalam berdemokrasi. Semua masyarakat Toraja Utara menang”, ungkap Yohanis Bassang.

Untuk KPU sebagai penyelenggara, hebat hebat dan semoga dapat terpilih berikutnya dan ke Bawaslu juga, tambah Yohanis Bassang.

Dalam penyampaian sepatah katanya, Yohanis Bassang sebagai Bupati terpilih, juga menyentil sedikit akan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga tenaga kontrak daerah (PHT) di Toraja Utara.

“Ke depan perlu ada revolusi mental dijajaran ASN. Kita hadir bukan untuk dilayani tapi harus melayani”, tandas Yohanis Bassang.

Setelah pelantikan, kita akan lakukan perampingan OPD karena terlalu menguras anggaran. Kita juga akan lakukan rasionalisasi APBD, karena tidak elok apabila kita sudah susun dan rancang kegiatan terus dilaksanakan namun hingga akhir tahun kegiatannya tidak bisa dibayarkan, tuturnya.

“Kita tidak boleh lagi ada namanya devisit. Termasuk PHT akan dilakukan seleksi dan tes secara matang. Kita targetkan 500-600 orang saja yang akan diterima dari PHT yang ada sekarang yang berjumlah kurang lebih 4000 orang, dan saya akan berjalan mengunjungi semua OPD untuk mengecek semua. Termasuk penegakan disiplin kepada pegawai negeri akan kita lakukan ke depan”, tegas Yohanis Bassang.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here