Pada Pelatihan Jurnalistik, Pengurus Pusat GMKI Suarakan Jangan Ragu Menyuarakan Kebenaran demi Keadilan

142
0
Handover.

Updatekareba.Com, Sibolga – Seminar dan Pelatihan Jurnalistik Nasional GMKI di Kota Sibolga resmi ditutup pada hari minggu (2/2/2020) sore oleh Benardo Sinambela selaku Ketua Bidang Medkominfo Pengurus Pusat GMKI M.B 2018-2020.

Diketahui rangkaian kegiatan nasional GMKI dilaksanakan di Kota Sibolga dengan tuan rumah GMKI Sibolga.

Tema seminar yang diangkat adalah “Potensi Kelautan dan Realitas Kemiskinan Masyarakat Pesisir” di Aula Topaz Sibolga dan dilanjutkan dengan Pelatihan Jurnalistik di Hotel Dainang Sibolga.

Benardo dalam sambutannta menyampaikan bahwa mengangkat tema kelautan dan masalah kesenjangan sosial dalam seminar nasional adalah untuk memfasilitasi masyarakat berdialog langsung dengan pemerintah dan pihak terkait memperbincangkan potensi kelautan dan realitas masyarakat miskin di pesisir.

“Kemarin dihari pertama kita sudah berbicara tentang potensi kelautan dan masalah kesenjangan sosial di masyarakat. Banyak masyarakat yang secara gamblang menyampaikan kritik dan masukan. Itu artinya, GMKI memang harus selalu hadir ditengah-tengah masyarakat, memberi dampak positif,” jelas Benardo.

Ditambahkannya, mengangkat isu kelautan dan kesenjangan sosial adalah wujud pendalaman isu dan masalah yang dihadapi masyarakat pesisir secara umum.

“Kehadiran GMKI di kota ini harus berdampak kepada masyarakat, seminimalnya memfasilitasi diskusi dan atau menjadi penyambung lidah masyarakat ke publik bahwa ada masalah yang sedang dihadapi masyarakat khususnya di pesisir pantai, dan supaya pemerintah mau mendengar jeritan rakyat,” tambahnya.

Diketahui, ada sebanyak 350 orang yang hadir dalam seminar nasional tersebut yang terdiri dari berbagai elemen dan golongan masyarakat.

Sementara itu, dalam pelatihan jurnalistik dihadiri 60 orang utusan yang datang dari 14 cabang GMKI yang ada di Indonesia.

Masih menurut Benardo, pelatihan jurnalistik dilaksanakan untuk melatih kader-kader GMKI memiliki kecakapan dalam menulis dan kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks.

“Teman-teman, pelatihan ini tujuannya agar kita semua memiliki kecakapan dalam menulis, menghindari hoaks juga. Membaca, menulis dan menyebarkan berita juga butuh kemampuan analisis yang sama,” tegasnya.

Benardo pun berharap dengan adanya kecakapan dalam menulis, kader GMKI kedepan mampu mengekspos potensi dari daerah masing-masig. Kemudian berdampak pada masyarakat sekitar.

“Kemampuan menulis adalah kebutuhan di era digital sekarang ini. Teman-teman bisa memperdalam untuk jadi konten kreator, juga ‘creative writing’. Silahkan tuliskan dan publikasikan potensi apa saja yang ada di daerah kita masing-masing,” sebutnya.

Diakhir sambutannya, Benardo pesankan agar setiap penulis GMKI yang sudah dilatih juga menyuarakan suara kebenaran dan keadilan yang searah dengan nafas perjuangan, visi dan misi GMKI.

“Jangan lupa, jika teman-teman menulis, jadikanlah tulisan Anda sebagai alat perjuangan, perjuangan untuk mewujudkan kebenaran dan keadilan di bumi sesuai arah juang GMKI sejak kelahirannya. Tentang kebhinnekaan, kebangsaan dan keutuhan ciptaan,” tegas Benardo di akhir sambutannya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here