Pecah Kongsi Atau Tetap Solid Karena Pilkada 2020 Di Toraja

1213
0
Handover (Humas Pemkab Tana Toraja).

Updatekareba.Com, Toraja – Aroma perpecahan jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 mulai tercium. Pasangan Bupati dan Wakilnya berancang-ancang menyatakan perpisahan. Masing-masing akan menempuh jalan sendiri untuk menatap persaingan di pemilukada berikutnya.

Di tingkat Kabupaten Toraja Utara kecenderungan pisah kongsi akan terjadi antara Kalatiku Paembonan dan Yosia Rinto Kadang. Begitu juga di daerah-daerah kondisi yang sama diprediksi bakal terjadi.

Namun menurut pengamat politik dari Unpad, Dede Mariana, pecahnya kongsi adalah hal yang sangat wajar. Bukan sebuah peristiwa yang luar biasa dan sangat tergantung pada kebijakan pratai politik menentukan langkahnya ke masa depan.

“Berpisah mah biasa saja. Hanya publik suka menilai negatif. Tergantung media juga, gimana pengaruh media terhadap publik,” jelas Dede.

Apalagi jelang persaingan, dipastikan partai-partai besar telah mempersiapkan kadernya untuk bersaing berebut kekuasaaan.  Kecenderungan partai besar, terlebih yang memiliki suara cukup signifikan mencalonkan kadernya di posisi nomor 1. Meski sebenarnya pada perjalanan kalkulasi politik bias menentukan lain.

Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae (kiri) dan Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan (kanan).

Maksudnya, walau memiliki jumlah kursi cukup signifikan di DPRD namun bisa saja mengalihkan dukungan ke kader partai lain, atau menempatkan kader partai di posisi nomor 2.  Atau bisa saja ketika tidak menemukan calon yang tepat mengusung pasangan yang sama.

Kecederungan lain karena ada sebuah pola tertentu di kalangan partai untuk tidak maju sendirian.

“Seolah sudah terpola kalau maju sendirian, kedepannya para partai ada keragu-raguan. Soalnya pola yang ada adalah bermitra dengan partai lain,” katanya.

Secara kalkulasi, di level Toraja Utara Partai Nasdem yang dapat mengusung sendiri calon pada Pilkada karena memiliki 6 kursi hasil Pileg 2019 lalu.

Saat ini Partai Nasdem Toraja Utara ada dibawah kepemimpinan Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang.

Sementara Kalatiku Paembonan yang saat ini menjabat sebagai Incumbent Bupati Toraja Utara diisukan akan melalui jalur independen, dan akan mempersangan dengan salah satu Srikandi Toraja Utara yang mempunyai sepak terjang dikancah perpolitikan level Nasional.

Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara (kiri) dan Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang (kanan).

Lain halnya dengan Kabupaten Tana Toraja, Bupati dan Wakilnya diisukan tetap solid dan kembali berpasangan yakni Nicodemus Biringkanae dan Victor Datuan Batara.

Nicodemus Biringkanae saat ini juga menjabat Ketua Dewan Penasehat Partai Nasdem Tana Toraja dan berhasil meraih 6 kursi di DPRD Tana Toraja hasil Pileg 2019 lalu.

Dan Victor Datuan Batara juga merupakan Ketua Partai Golkar Tana Toraja yang merupakan partai pemenang Pemilu April 2019 dengan meraih 7 kursi di DPRD Tana Toraja.

Apabila data petahana tersebut diklasifikasikan berdasarkan soliditas pasangan kepala daerahnya, diperoleh dua kelompok yakni pasangan kepala yang tetap solid dan pecah kongsi.

Berdasarkan peta petahana itulah, Kode Inisiatif menilai perlunya memetakan potensi munculnya politisasi birokrasi, penggunaan fasilitas negara dan penyalahgunaan kewenangan untuk kepentingan pemenangan.

Hal ini penting untuk dipotret, sebab dalam pilkada sebelumnya pola demikian banyak terjadi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here