Pemkab Toraja Utara Juga Sikapi Pengusiran Staf Medis RS Elim Dari Salah Satu Rumah Kos

671
0
APD yang disiapkan RS Elim Rantepao dalam layani pasien Covid-19.

Updatekareba.Com, Toraja – Ditengah mewabahnya Virus Corona (Covid-19), pemilik kos tega mengusir perawat RS Elim Rantepao yang letak kosannya tak jauh dari rumah sakit, Kamis (09/04/2020) malam.

Sebanyak tiga perawat RS Elim Rantepao yang diusir secara bersamaan dengan alasan ingin mensterilkan rumah kos dari Covid-19.

Pemkab Toraja Utara melalui Sekertaris Diskoninfo Toraja Utara, Anugerah Yaya Rundupadang, menanggapi persoalan yang dialami paramedis RS Elim Rantepao ini.

“Dalam rangkaian penanganan pandemi covid19 pemkab Toraja Utara bekerjasama dengan manajemen Hotel Toraja Prince sejak tanggal 2 april 2020 sudah melayani penginapan bagi paramedis yang bertugas,” kata Anugerah Yaya Rundupadang, Jumat (10/4/2020)

Juru bicara Gugus tugas Covid-19 Pemkab Toraja Utara mengungkapkan seperti rekan-rekan paramedis puskesmas yang jauh dari Rantepao dan mendapat tugas screning kesehatan di posko nanggala, posko tadongkon atas posko marante, bisa beristirahat sebelum atau setelah lepas jaga di hotel yang berlokasi dekat dengan pasar bolu ini.

“Begitupun dengan perawat rs elim yang ada kendala di dalam penginapan, bisa menggunakan hotel ini, hal ini sudah dikomunikasikan dengan dr. adrian (wakil Direktur RS Elim),” ungkap Yaya.

Pemkab Toraja Utara berterimakasih kepada manajemen dan kuasa hukum Hotel Toraja Prince ini yang sudah berkenan berpartispasi untuk membantu paramedis dalam penanganan covid19 di toraja utara.

Sebelumnya Direksi RS Elim Rantepao pun bersikap dan disampaikan melalui
Wakil Direktur RS Elim Rantepao, dr. Adrian B. Wijaya, dalam rilis persnya, Jumat (10/4/2020).

“Kami sangat prihatin dan menyesalkan adanya stigma negatif kepada tenaga medis yang menyebabkan Tenaga medis kami merasa lingkungan tempat tinggal mereka sudah tidak nyaman dengan keberadaan mereka,” kata dr. Adrian B. Wijaya.

dr. Adrian B. Wijaya, meminta masyarakat tidak perlu takut dan menganggap tenaga medis dapat menularkan virus karena setiap tenaga medis yang bekerja sudah dilengkapi dengan alat pelindung diri dan bekerja dengan SOP yang sudah ditetapkan sehingga dapat terhindar dari virus tersebut.

“Pihak manajemen RS Elim telah mencarikan solusi mengenai hal ini, yaitu akan mencarikan tempat tinggal untuk para tenaga medis tersebut dan sementara mereka dapat tinggal di tempat yang telah kami sediakan,” ungkap Wadir RS Elim ini.

Anggota Crisis Center Gereja Toraja ini juga berharap kejadian seperti ini agar tidak terulang kembali.

“Mari kita memberi dukungan kepada seluruh tenaga medis sebagai garda terdepan kesehatan dalam menghadapi pandemi ini,” tutup dr. Adrian.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here