Pentingnya Modal Sosial dalam Pencegahan Penyebaran Virus Corona

99
0
Handover.

Updatekareba.Com, Jakarta – Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April semestinya menjadi momentum untuk menyadari perlunya pemahaman mitigasi bencana di semua aspek.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, membagi bencana dari bencana alam, nonalam dan sosial. Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit. Dalam hal ini Covid-19 termasuk bencana nonalam yang sudah ditingkat pandemi sesuai dengan pernyataan WHO.

Meski Indonesia pernah mengalami wabah flu burung beberapa tahun lalu, namun tidak membuat pihak-pihak yang terkait lebih sigap saat ancaman pandemi Covid-19 sudah di depan mata. Hal ini kemudian memunculkan dampak sosial sebagai imbas kurang siapnya mengantisipasi pandemi ini, seperti kepanikan masyarakat serta masalah-masalah sosial yang kemudian muncul.

Padahal masyarakat Indonesia punya modal sosial yang telah terbukti mempercepat pemulihan bencana, seperti saat tsunami Aceh 2004, gempa bumi Jogja tahun 2006, dan erupsi Merapi 2010.

“Modal sosial termasuk jejaring sosial dan rasa saling percaya memegang peranan yang penting dalam mitigasi maupun percepatan penanganan bencana,” ungkap Kepala Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Herry Yogaswara.

Herry menjelaskan, modal sosial lahir dari situasi kebersamaan yang tidak dipaksakan, sehingga anggota komunitas menjalankannya dengan kerelaan yang tinggi.

“Kepemimpinan lokal dan budaya saling bantu sebetulnya masih hidup dalam banyak komunitas. Melalui pemberitaan kita saksikan ketika ada keluarga yang isolasi mandiri, tetangga lainnya membantu. Sebelum pemerintah menginisiasi Pembatasan Sosial Berskala Besar, anggota masyarakat saling bantu meneydiakan sembako maupun makanan,” paparnya.

Dirinya mengingatkan, upaya menguatkan modal sosial masyarakat perlu dilakukan oleh pemerintah dalam situasi pencegahan Covid19 ini.

“Kepemimpinan yang menjadi teladan sangat penting, karena budaya yang menghargai contoh masih hidup dalam kehidupan bangsa Indonesia,” ujarnya.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here