Penyiaran Ramah Anak, Wujudkan Indonesia Layak anak

65
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati menghadiri Rapat Dengar Pendapat terkait RUU Penyiaran dengan Komisi 1 DPR RI di Ruang Rapat Komisi 1 , Gedung Nusantara II DPR RI (24/02).

Dalam RDP tersebut, Rita Pranawati menyampaikan kepada Pimpinan Rapat Bapak H. Bambang Kristiono, SE bahwa Undang – Undang Penyiaran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perlindungan anak di Indonesia.

Regulasi penyiaran harus memperhatikan hak hidup dan tumbuh kembang anak, non diskriminasi anak, mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak serta memperhatikan partisipasi anak di Indonesia.

Dari tahun 2011 sampai tahun 2019 KPAI telah menerima pengaduan masyarakat langsung sebanyak 1728 kasus terkait agama dan budaya yang di dalamnya termasuk anak korban tayangan dan siaran serta pertunjukkan tidak ramah anak.

Sehingga ini akan berdampak pada tumbuh kembang anak di masa yang akan datang. Media sangat berpengaruh dengan tayangan -tayangannya, diharapkan agar media dapat menghadirkan tayangan dengan konten positif dan sehat bagi tumbuh kembang anak.

Secara tegas Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 pasal 10 menyebutkan bahwa Setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan.

Peran media massa sangat penting dalam menyebarluaskan informasi dengan materi edukasi yang bermanfaat agar memperhatikan kepentingan terbaik anak yang dapat dilihat dari aspek sosial, budaya, pendidikan, agama, dan kesehatan Anak, tegas Rita Pranawati.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here