Perempuan Harus Berdaya Di Era Ekonomi Digital

148
0
Handover.

Updatekareba, Com, Sumba Barat Daya – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) kembali menyelenggarakan Pertemuan Raya Perempuan Gereja pada tanggal 2-5 November 2019 di Tambolaka-Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pertemuan ini jadi wadah para perempuan gereja berkumpul dan saling bertukar pengalaman dalam upaya memperjuangkan keadilan dan memetakan persoalan perempuan dan anak.

Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Indra Gunawan yang turut hadir menyampaikan mengenai beragam tantangan dan permasalahan perempuan dan anak di era globalisasi dan digital.

“Hadirnya Revolusi Industri 4.0 dapat dimanfaatkan dan dikelola baik oleh kaum perempuan karena prospeknya menjanjikan bagi posisi perempuan sebagai bagian peradaban dunia. Namun tantangan yang dihadapi perempuan adalah bagaimana mengubah pandangan permisif masyarakat dan praktek budaya yang membatasi kemajuan perempuan,” ujar Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Indra Gunawan.

Saat ini Tingkat partisipasi perempuan dibidang Science Technology Engineering and Mathematics (STEM) baru mencapai 30 %. Data International Finance Corporation dan USAID menyebutkan bahwa 47 % Indonesia aktif berinternet, tetapi hanya untuk hiburan, seperti menonton video atau mengunggah foto. Bahkan, 32 % perempuan tidak tahu cara berinternet untuk mencari hal-hal yang mereka butuhkan.

“Pendidikan menjadi kunci agar perempuan melek teknologi beserta etika penggunaannya. Di era ekonomi digital perempuan membutuhkan tidak hanya pembekalan untuk menambah kemampuan manajerial, tapi juga akses pendampingan, motivasi untuk mengembangkan usahanya, serta akses digital seperti pemberian pelatihan bisnis dan pengelolaan keuangan berbasis digital. Kaum perempuan membutuhkan lompatan besar agar bisa bersaing di era ekonomi digital,” jelas Indra.

Indra menekankan pentingnya sinergi, bahwa perrmasalahan perempuan dan anak ini menjadi isu lintas bidang dan lintas sektor yang harus diselesaikan dengan melibatkan berbagai pelaku pembangunan. PGI dapat berperan aktif dalam melakukan kegiatan yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan perempuan dan anak terkait era globalisasi dan digital.

Sebanyak 600 peserta utusan dari Sinode/Gereja anggota PGI dan Mitra hadir dalam pertemuan yang mengangkat tema “Aku adalah yang Awal dan yang Akhir ini.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here