Pertikawan 2019 Resmi Di Tutup, Kwarda Jambi Juara Umum

803
0
Handover.

Updatekareba.Com, Jakarta – Pelaksanaan Perkemahan Bakti Pramuka Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan) yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur pada 18-24 November 2019 dan diikuti 2.600 peserta penegak dan pandega serta 500 pamong saka, ditutup oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, pada Minggu 25 November 2019.

Bambang Hendroyono selaku Penanggung jawab kegiatan menjelaskan “Pertikawan yang diselenggarakan di Buper Cibubur pada 18-24 November 2019 diikuti 2.600 peserta penegak dan pandega serta 500 pamong saka. Para peserta juga mengikuti kegiatan di 14 subcamp di Jawa Barat, Banten dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Dia berharap 10 satuan karya pramuka lainnya dapat mengambil pelajaran dari Pertikawan Nasional ini.”

Dalam sambutan penutupan Pertikawan, Wakil Menteri LHK Alue Dohong menyampaikan “Gerakan Pramuka telah menjadi bukti bahwa masih adanya anak muda yang mau merawat, menjaga dan melestarikan lingkungan di negara kita ini. Oleh karena itu pramuka patut disebut garda terdepan bangsa karena telah menyadarkan masyarakat akan pentingnya lingkungan yang hijau, bersih, indah dan asri.”

“Sebagian peserta Pertikawan telah mendapat pelatihan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta mengenai isu tujuan pembangunan berkelanjutan (khususnya perubahan iklim) dan bagaimana peran-peran yang dapat dilakukan pramuka serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya. Mereka menjadi Kawan Bumi dan simpul atau unit pramuka peduli lingkungan di kwartir cabang, yang bekerjasama dengan Dewan Satuan Karya Wanabakti dan Saka Kalpataru.” Jelas Alue Dohong.

Wamen mengajak tiap-tiap Direktorat Jenderal, Badan dan Inspektorat Jenderal di KLHK dan unit pelaksana teknis di daerah untuk mendukung operasional kegiatan Kawan Bumi, dalam hal pendanaan dan jaringan. Termasuk juga dukungan dari dinas yang membidangi lingkungan hidup dan kehutanan lainnya di jajaran pemerintah kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Kita harus dampingi adik pramuka penegak dan pandega untuk menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan dan menyiapkan diri atau beradaptasi terhadap krisis iklim yang melanda umat manusia saat ini. Sebagai orang dewasa, kita tidak adil mewarisi lingkungan hidup yang rusak akibat perilaku dan kebijakan yang kita lakukan. Adik-adik pramuka siaga, penggalang dan penegak/pandega berhak mewarisi kehidupan yang lebih baik dan lestari. Unit pramuka peduli lingkungan hidup dalam bentuk Kawan Bumi ini kita dorong mempercepat implementasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di kalangan anggota pramuka di kabupaten dan kotamadya.

Apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pihak dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kwartir Nasional, Kwarda se-Indonesia, Dinas yang membidangi Lingkungan Hidup dan Kehutanan se-Indonesia, Kwarcab, Pamong Saka, Instruktur Saka, pihak sponsor, Sangga Kerja, volunteer dan seluruh pihak yang telah banyak memberikan dukungan baik moril maupun materil sehingga kegiatan Pertikawan Nasional 2019 ini dapat berjalan dengan lancar hingga akhir.

“Semoga rangkaian kegiatan bakti, materi, dan simulasi yang telah diberikan dapat diaplikasikan dan disebarluaskan di Satuan Karya masing-masing sehingga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka bakti pada masyarakat. Kami ucapkan selamat untuk peserta yang berprestasi dalam beberapa bidang lomba. Giat prestasi bukanlah untuk mengukur mana yang lebih baik dan mana yang terbaik, namun sebuah ajang meningkatkan semangat berkarya, semangat bersaing dengan jujur, semangat berbuat dan mengasah keterampilan. Ini adalah ajang pemersatu perbedaan sebagaimana semboyan bangsa kita, Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi tetap satu jua” pungkas Wamen Alue Dohong.

Roby Zulpandi, Ketua Dewan Kerja Penegak dan Pandega Nasional, sekaligus Penanggungjawab Sangga Kerja Pertikawan Nasional 2019 menjelaskan tiga output bagi peserta setelah mengikuti Pertikawan 2019.

“Pertama, meningkat pengetahuan dan pemahamannya di bidang isu-isu generasi milenial, pendidikan kepramukaan dan juga isu-isu global maupun lokal tentang lingkungan hidup dan kehutanan,” kata pramuka pandega berusia 23 tahun ini.

Kedua, berkembang sikap dan karakter positif, empati serta apresiasinya terhadap masalah dan jalan keluar penanganan isu-isu generasi milenial, pendidikan kepramukaan dan juga isu-isu global maupun lokal tentang lingkungan hidup dan kehutanan. Ketiga, perkembang kemampuan dan keterampilan dalam menghasilkan karya-karya yang bermanfaat, produktif dan solutif bagi penanganan isu-isu generasi milenial, pendidikan kepramukaan dan juga isu-isu global maupun lokal tentang lingkungan hidup dan kehutanan.

Para peserta diharapkan memiliki kemampuan berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja dengan memanfaatkan era digital, potensi alam secara lestari dan bertanggungjawab. Menggunakan peningkatan ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperolehnya untuk pengembangan dan inovasi pengelolaan serta program-program pembinaan Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru di kwartir daerah dan cabang. Selain itu juga mengembangkan dan berinovasi program kegiatan satuan karya maupun kegiatan individu dalam bidang “community development” berbasis lingkungan hidup dan kehutanan secara lestari dan bertanggungjawab.

Banyak kegiatan menarik digelar Sangga Kerja Pertikawan. Antara lain Giri Wana Rally (di Taman Nasional Gunung Halimun Salak), kampanye ramah lingkungan berupa busana dari limbah, color dan cemob, wira usaha pemuda, makanan sehat dan komestik aman, online shop, energi terbarukan, perlebahan, pengelolaan sampah plastik, karya ilmiah inovasi, penanaman pohon, aneka lomba bagi milenial dan puluhan kegiatan bakti seperti pembuatan 3000 lobang biopori.

Ada juga kegiatan wisata edukasi (Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Kepulauan Seribu, Kebon Raya Bogor, Puspitek Serpong, Universitas Indonesia dan IPB), dan karnaval di CFD Jalan Thamrin “GNPDAS Jakarta Pertikawan Festival” pada 24 November 2019. Selain itu, sekitar 100 utusan dari tiap kwartir daerah mengikuti Inisiasi Kawan Bumi (Indonesian Scout Platform on Youth Initiatives for Sustainable Indonesia) di Gedung Manggala Wanabakti.

Turut hadir dalam acara penutupan Pertikawan tersebut, Plt. Direktur Jenderal PDASHL, para Wakil Ketua Kwartir Nasioanal, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama KLHK Andalan Nasional, Pimpinan Kontingen Daerah/Ketua Kwartir Daerah, Dewan Kerja Penegak dan Pandega Nasional Gerakan Pramuka, Sangga Kerja Pertikawan Nasional 2019 dan Pamong Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti.

Pada penutupan kegiatan Pertikawan ini diumumkan kontingen yang menjadi juara, yaitu Kontingen Jambi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here