Politisi Nasdem Toraja Utara Ini Cinta Pada Budaya Dan Adat Toraja

1972
0

Updatekareba.Com, Toraja – Salah satu minuman tradisional Toraja yakni “Tuak (Ballo)” menjadi pelangkap dari adat istiadat masyarakat Toraja.

Baik itu laki – laki maupun perempuan dapat menikmati minuman tradisional ini tentu dengan batasan tertentu.

Sama halnya yang dilakukan Ketua Garnita Nasdem Toraja Utara, Eva Stefani Rataba, yang senang menikmati minuman tradisional ini saat berkunjung ke daerah plosok di Toraja.

Caleg DPR RI dapil SulSel III dari Partai Nasdem nomor urut lima ini meminum “Tuak” bukan untum mabuk – mabukan, melainkan rasa cinta akan budaya dan adat istiadat Toraja yang dikenal dengan keunikannya.

Tuak Toraja sendiri, berasal dari cairan pohon induk atau aren (Borassus flabellifer) yang difermentasi. Ada beberapa daerah di Indonesia sebagai penghasil Tuak tapi untuk Tuak Toraja sendiri diakui oleh para wisatawan lebih segar dan nikmat.

Di Toraja sendiri ada Beberapa Cita Rasa Tuak yang bisa anda coba, mulai dari yang manis hingga yang pahit (pa’buli). Anda bisa membeli Tuak dipasar Tradisional Toraja misalnya di Pasar Makale, Di Pasar Rantepao, atau di warung-warung makan khas Toraja.

Sejak dahulu, nenek moyang orang Toraja sangat menyukai Tuak, Minuman dari Alam Toraja yang merupakan bagian dari Budaya Toraja sendiri yang Patut kita Lestarikan.

Karena Orang Toraja sangat menghargai Alam yang meyediakan segala kebutuhan masyarakatnya termasuk Tuak.

Makanya, masyarakat Toraja selalu menyertakan Tuak dalam kehidupan mereka karna Tuak adalah Pemberian alam dan tidak lepas dari kehidupan masyarakat Toraja.

Baik itu dikalangan Tua-Muda, Laki-laki atau Perempuan semua turut didalamnya.

Keberadaan Tuak sendiri bukan sebuah larangan di Toraja karena Tuak wajib hadir dalam ritual-ritual adat Toraja, baik sebagai kelengkapan upacara maupun untuk menyambut para tamu.

Tuak ini disajikan hampir dalam setiap acara adat di Tana Toraja, Upacara Rambu Solo’ (Kematian) atau Upacara Rambu Tuka’ (Pernikahan, Syukuran).

Biasanya Tuak dibawa oleh kerabat keluarga yang mengadakan pesta dan diminum bersama-sama dengan rekan-rekan yang hadir dalam acara tersebut. Penyajiannya lebih nikmat ketika diminum langsung dari potongan bambu (Timbo/Suke).(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here