Polres Tana Toraja Proses Laporan Pejabat Pemkab Toraja Utara Terhadap Oknum Wartawan Media Online Soal UU ITE

675
0
Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Jhon Paerungan.

Updatekareba.Com, Toraja – Oknum wartawan media online di Toraja, Sulawesi Selatan, kembali dilaporkan ke polisi, Rabu (8/1/2020).

Laporan Aparatur Sipil Negera (ASN) Pemkab Toraja Utara yang juga Kepala Dinas Sosial Toraja Utara, Mira Banggalino terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam laporan Mira yang juga Istri Kajari Tana Toraja Jefri Penanging Makapedua ini menyerahkan beberapa bukti dilampirkan salah satunya seperti link pemberitaan media online “PS”, serta screenshot berita.

Pelaporan Mira ini diterima Polres Tana Toraja dengan nomor laporan polisi B/03/I/2020/SPKT tertanggal 8 Januari 2020 tentang pencemaran nama baik melalui media elektronik, dengan terlapor inisial AP, Pimpred PS, dan JRT.

Kapolres Tana Toraja AKBP. Liliek Tribhawono Iryanto, melalui Kasat Reskrim AKP Jon Paerungan, mengatakan tiga orang dilaporkan oleh Mira Banggalino karena dianggap sebagai Istri Muda Kajari Tator Diangkat Jadi Kadis, Titipan “Papa Jaksa”?

“Dalam waktu dekat kita akan segera memanggil para terlapor karena memberitakan sesuatu hal yang tidak benar dan membuat perbuatan tidak menyenangkan di media online , laporan ini adanya tindak pidana berhubungan dengan UU ITE,” kata Jon Paerungan, Kamis (9/1/2020).

Saat ini, penyidik masih memeriksa pelapor dan beberapa saksi guna diminta keterangan dan menunggu gelar perkara unsur-unsur pasal yang akan dikenakan kepada terlapor.

Kadis Sosial Toraja Utara ini mengaku dirugikan atas pemberitaan terlapor yang telah memposting beberapa berita bohong tentang dirinya. Diantaranya, dianggap
sebagai Istri Muda Kajari Tator Diangkat Jadi Kadis, Titipan “Papa Jaksa”?

“Saya ini ASN yang menjabat sebagai Kadis tanpa ada intervensi suami saya yang juga Kajari kepada Bupati Toraja Utara (Kalatiku Paembonan) untuk mengangkat saya, dan saya tidak terima dan dirugikan makanya menempuh jalur hukum, apalagi berita itu sepihak tanpa ada konfirmasi dan AP seolah-olah berusaha konfirmasi melalui telepone, tapi di HP saya tidak ada bekas panggilan tak terjawab,” tutur Mira Banggalino didampingi beberapa kuasa hukumnya di pos SPKT Polres Tana Toraja.

Ditambahkan Mira, pihaknya melaporkan terlapor dengan pasal 45 UU ITE jo pasal 310 dan pasal 311 KUHP tentang berita bohong, pencemaran nama baik, dan fitnah.

Selain itu, pihaknya juga akan menggunakan hak untuk melaporkan ke Dewan Pers sesuai UU Nomor 40 tentang Pers.

“Saya juga akan kirim aduan ke Dewan Pers melaporkan pelanggaran kode etik, kita tetap tempuh dua jalur soal UU ITE dan UU Pers,” tandasnya.

“Tulisan wartawan PS ini jelas telah dengan sengaja dan direncanakan untuk “membenturkan/ mengonflikkan” saya diinstansi tempat saya bekerja,” ucap Mira.

Pernyataan dalam berita oleh Mira mengganggp berita tersebut amat keliru dan menyesatkan sekaligus merupakan “pembunuhan karakter” yang telah menyimpang dari kode etik jurnalistik. Namun, saya tidak akan mempersoalkannya, tetapi tetap fokus pada kelanjutan proses pengaduan saya atas pencemaran nama baik yang telah dilakukan oleh

Yang penting diketahui publik bahwa antara saya dan pihak terlapor tidak ada pertukaran pendapat dan yang terjadi bahwa terlapor membuat pernyataan sepihak yang telah “menista” saya.

Sementara Ketua KNPI Toraja Utara, Belo Tarran, sangat menyanyangkan pemberitaan salah satu media daring terkait Mira Banggalino diangkat sebagai Kadis Sosial Toraja Utara.

“Ibu Mira itu sudah sangat pantas, beliau punya kapasitas, track record tidak diragukan lagi.
Justru bagi saya kalau tidak diberdayakan menjadi tanda tanya bagi saya. Beliau kan lulusan IPDN,” ungkap Belo Tarran.

Bantahan keras soal adanya titipan dalam mutasi di Pemkab Toraja Utara juga disampaikan Sekertaris Daerah (Sekda) Toraja Utara yang juga Ketua Baperjakat Toraja Utara, Rede Roni.

“Tidak ada titipan, dan ibu Mira dan pejabat yang dilantik lainnya sudah melalui proses assesment, tes kesehatan, bahkan sampai ke Jakarta. Jadi tidak ada sama sekali titipan,” tegas Rede Roni.

Amlumni IPDN/STPDN di Toraja Utara pun sangat menyanyangkan pemberitaan yang dimuat salah satu media on line ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here