Polres Tana Toraja Tindak Lanjuti Informasi Dugaan Keracunan Makanan

68
0
Handover (Humas Polres Tana Toraja)

Updatekareba.Com, Toraja – Tim gabungan dari Sat Reskrim dan Polsek Mengkendek yang dipimpin oleh KBO Reskrim Iptu Muh. Aksan Suwardy bersama Kanit Resmob IPda Iskandar, A, SH dan Anggota Identifikasi serta anggota Polsek Mengkendek melakukan penyelidikan terkait dugaan Peristiwa Keracunan makanan yang terjadi pada saat acara Pengajian di Masjid Rahman To’ Batu Kelurahan Salubarani, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, Minggu ( 26/01/2020 ) kemarin.

Menurut informasi yang diperoleh dari aparat kepolisian yang turun ke TKP, menyebutkan kronologi singkat dari kejadian tersebut.

Iptu Aksan Suwardy menuturkan pada hari jumat 24 Januari 2020 pada pukul 14.00 wita , di Masjid Rahman To’ Batu dimana masyarakat yang mengikuti giat pengajian disiapkan makanan oleh ibu-ibu pengajian berupa Makanan Sokko (beras ketan) dengan lauk telur rebus.

Lanjut Aksan Suwardy, kemudian selang waktu antara 1 sampai 3 jam setelah mengkomsumsi sokko beberapa masyarakat sekitar 16
orang mengalami muntaber dan sakit kepala sehingga 11 orang sempat mendapat perawatan medis di RS. Sinar Kasih Makale.

” Setelah dilakukan pengecekan kondisi korban di RS. Sinar Kasih, 2 diantaranya masih dirawat inap, sementara selebihnya sudah di perbolehkan pulang,”Ungkap Aksan Suwardy.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP. Jon Paerunan SH yang di konfirmasi, menyebutkan bahwa setelah pihaknya menerima informasi dari warga, segera personilnya lakukan tindakan kepolisian yang diperlukan.

” Atas perintah tindak lanjut dari pimpinan, personil kami segera lakukan tindakan tindakan kepolisian, sebagai berikut, yang pertama adalah anggota lakukan pengecekan kondisi terakhir dari 2 (dua) orang yang masih rawat inap dan memintakan rekam medisnya “. Tutur Jon Paerunan.

Yang kedua, lanjutnya , anggota datangi TKP untuk melakukan mengumpulkan sampel makanan dan minuman, yang ketiga adalah dilakukan pemeriksaan singkat terhadap saksi-saksi, saksi yang memasak makanan, saksi korban yang alami keracunan, dan saksi yang tidak terdampak keracunan.

Adapun hasil dari pengambilan sample bahan makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan, pihak kepolisian mengirimkannya ke Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Sulsel, tujuannya kata Jon Paerunan adalah untuk mengecek kandungan zat yang terdapat pada makananan dan minuman yang mengakibatkan masyarakat keracunan .

Sementara itu Kapolres Tana Toraja, AKBP. Liliek Tribhawono Iryanto SIK MM, menghimbau warga masyarakat agar tetap tenang, tidak cepat menuduh orang lain atau berspekulasi negatif atas kejadian tersebut.

” Kami berharap, agar warga tetap tenang dan bersabar, jangan mudah menuduh orang lain, itu bisa meruntuhkan silaturrahmi, mari kita tunggu hasilnya nanti seperti apa,” Himbau Liliek Tribhawono.

Informasi terakhir yang diperoleh dari aparat kepolisian, bahwa dari seluruh masyarakat yang mengikuti giat pengajian sebanyak kurang lebih 60 orang, hanya 16 orang yang mengalami Muntaber dan sakit kepala, dan kondisi dua orang yang saat ini rawat inap sudah mengangsur baik .

” Sampai saat ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan atas peristiwa tersebut,” Tutup Liliek Tribhawono.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here