Presiden Ingin Libatkan Ibu-ibu PKK Sosialiasi Protokol Kesehatan ke Masyarakat

105
0
Warga mengambil bahan makanan gratis yang digantung di pagar tembok rumah di Desa Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2020). Selama tiga bulan terakhir warga setempat menggelar kegiatan sosial bernama "Aksi Jogo Tonggo" atau menjaga tetangga yaitu menyediakan paket berbagai bahan makanan gratis bagi warga yang membutuhkan sebagai bentuk peduli kepada warga yang terdampak ekonomi akibat wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/aww.

Updatekareba.Com, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyampaikan keinginan untuk melibatkan Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam membantu sosialisasi protokol kesehatan guna perubahan perilaku masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) berkaitan tentang penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Senin (03/08/2020).

Lebih lanjut, Presiden sampaikan bahwa ada kekhawatiran di masyarakat beberapa waktu ini mengenai peningkatan kasus maupun karena ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang makin banyak.

“Kita tahu sampai kemarin, sudah ada 111.000 lebih kasus dengan case fatality rate 4,7% dan angka kematian di Indonesia ini lebih tinggi 0,8% dari kematian global. Ini saya kira yang menjadi PR besar kita bersama,” tutur Presiden.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa case recovery rate di Indonesia berdasarkan data terakhir adalah 61,9%, yang ini bagus karena terus meningkat angkanya.

Presiden menekankan kembali soal protokol kesehatan terutama perubahan perilaku di masyarakat yang harus betul-betul menjadi perhatian.

“Saya ingin fokus saja, seperti yang saya sampaikan yang lalu. Mungkin dalam dua minggu ini kita fokus kampanye pakai masker, nanti minggu dua minggu berikut kampanye mengenai jaga jarak atau cuci tangan misalnya. 2 minggu berikut tadi,” jelas Presiden seraya menyampaikan bahwa sosialisasi terus-menerus dan tidak dicampur urusan cuci tangan, jaga jarak, tidak berkerumun, dan pakai masker.

Kalau bersamaan, menurut Presiden, mungkin tidak bisa ditangkap seluruhnya kalangan masyarakat.  Oleh karenanya, Presiden sampaikan keinginan untuk melibatkan PKK.

“Kalau ibu-ibu siap, saya kira PKK ini juga sangat efektif untuk door to door urusan masker. Urusan perubahan perilaku ini betul-betul harus kita lakukan dengan komunikasi mungkin di TV dan di mendsos dan lain-lain secara masif dalam 2 minggu ini dengan cara-cara yang berbeda,” tandas Presiden.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here