Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Upaya Pencegahan Karhutla, Di Toraja TNI – Polri Sinergi

175
0
Handover.

Updatekareba.Com, Riau – Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya menjaga komitmen dari seluruh pihak untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu ditegaskan Presiden saat meninjau lokasi karhutla di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Kota Pekanbaru, Selasa, 17 September 2019.

“Pencegahan itu lebih efektif. Pencegahan itu tidak membutuhkan biaya banyak. Lebih efektif. Tapi kalau sudah kejadian seperti yang kita lihat sekarang ini, sudah kerja yang luar biasa (sulitnya),” ujarnya.

Saat meninjau, Kepala Negara sempat bertanya sejumlah hal kepada beberapa aparat yang bertugas memadamkan kebakaran di lokasi. Menurut mereka, api yang telah membesar membuat penanganan membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Saya tanya tadi TNI dan Polri yang ada di sini sudah berapa hari (bertugas). Sudah lebih dari satu bulan. Lebih dari satu bulan,” ungkapnya.

Apalagi, Presiden melanjutkan, lahan yang masih terus diupayakan pemadamannya tersebut merupakan lahan gambut yang memang relatif lebih sulit untuk ditangani.

“Apalagi di daerah gambut seperti sekarang ini. Lebih sulit lagi. Kelihatan sudah padam, (tapi) api di bawahnya masih menganga,” ucapnya.

Pemerintah sendiri, melalui Polri, akan melakukan upaya penindakan hukum bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran yang menyebabkan terjadinya kebakaran lahan.

“Kalau kita lihat luasannya (lahan) besar sekali. Ini terorganisasi. Nanti coba ditanyakan Pak Kapolri penanganannya secara detail,” tutur Kepala Negara.

Ke depannya, Kepala Negara berharap agar masing-masing pihak menjalankan komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan agar peristiwa yang terjadi saat ini tak terulang kembali.

“Perlu kita ingatkan agar pencegahan oleh desa, camat, bupati, bhabinsa, bhabinkamtibmas, polsek, koramil adalah yang pertama harus dikerjakan. Kalau sudah kejadian akan sulit,” tandasnya.

Turut menyertai Presiden dalam peninjauan ini di antaranya ialah Menkopolhukam Wiranto, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menpupera Basuki Hadimuljono, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Gubernur Riau Syamsuar, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

Sementara Dipimpin oleh Kapolsek Rinding Allo AKP. ABRAHAM D.T, bersama Bhabinkamtibmas Polsek Rindingallo Bripka Paulus Danti, Bhabinsa Koramil Rindingallo Kopda Yulius Samaa, sekdes lemb. Rindingallo dan masyarakat setempat kurang lebih 20 datangi TKP kebakaran Hutan Rakyat yang bertempat di Lokasi tondon dama’ Dusun Dombia Lembang Rindingallo, Kecamatan Rindingallo Kabupaten Toraja Utara, Rabu ( 19/09/2019) sekitar pukul 17.20 wita.

Keterangan yang di peroleh dari salah satu aparat gabungan menuturkan bahwa sekitar pukul 17.10 wita, setelah menerima informasi tentang kebakaran Hutan Rakyat di dusun dombia lemb. Rindingallo Kec. Rindingallo Kab.Toraja Utara, Personil Rindingallo bersama pihak terkait dan warga setempat yang tergabung dalam satu kelompok menuju ke TKP karhutla

Upaya yang pertama kali dilakukan berupa upaya memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu datangnya armada damkar Pemkab Toraja Utara.

” Api belum dapat di padamkan sepenuhnya, untuk itu aparat gabungan dan warga masih berada di lokasi kebakaran untuk memadamkn Api yang masih menyala,” Kata Kapolsek Rindingallo.

Lanjut keterangan dari Kapolsek,
Menurut informasi dari masyrakat setempat ( lokasi kejadian ), api berawal dari kebun salah satu warga, yang kemudian meluas hingga melahap lahan lahan sekitar milik warga setempat.

Kapolsek Rindingallo dan Bhabinkamtibmas Polsek Rindingallo menghimbau kepada Masyarakat sekitar supaya jangan sembarang membakar di sekitar lahan perkebunan mengingat kondisi saat ini dalam musim kemarau dan rentan terjadi kebakaran.

Dapat di informasikan bahwa sampai saat ini pukul 19.15 wita personil gabungan masih berada di lokasi berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here