Putra Toraja Ini Masuk Lima Besar Bursa Calon Berpeluang Jadi Kapolri

12868
0
Handover.

Updatekareba.Com, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai terdapat lima dari 13 komisaris jenderal (komjen) atau jenderal polisi berbintang tiga yang berpeluang menjadi Kapolri pengganti Jenderal (Pol) Idham Azis.

Diketahui, Idham akan memasuki masa pensiun pada akhir Januari 2021.

“Dari 13 komjen itu, hanya lima komjen yang mempunyai peluang besar untuk menjadi Kapolri. Selebihnya ada sejumlah kendala, misalnya faktor angkatan yang lebih senior dari Kapolri Idham dan masa dinas yang hampir pensiun, dan faktor lainnya,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangannya, Senin (30/11/2020) lalu

Lima nama yang berpotensi besar, adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, dan Waka BSSN Komjen Dharma Pongrekun.

 

Siapa Dharma Pongrekun?

Saat ini Dharma Pongrekun menjabat Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah pada 12 Januari 1966 dan merupakan putra asli dari Toraja ini memiliki karier cemerlang di kepolisian.

Dharma tercatat sebagai lulusan Akademi Polisi (Akpol) tahun 1988.

Di Akpol, Dharma dikenal berprestasi dan disiplin.

Dharma yang juga tercatat sebagai staf pengajar utama di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdikpol Polri ini  adalah penerima anugerah Adhi Makayasa, gelar kehormatan yang diberikan kepada lulusan terbaik Akpol dan akademi militer (akmil).

Dharma Pongrekun juga pernah mencalonkan diri sebagai Calon Pimpinan KPK.

Dharma bersama 8 jenderal polisi lainnya termasuk Irjen Firli Bahuri.

Namun dalam perjalanannya Firli-lah yang dipilih DPR.

Namun nama Dharma Pongrekun mendadak jadi perbincangan di tengah pandemi corona usai videonya tentang sistem global mencuri perhatian netizen.

Salah satunya adalah saat Dharma berbicara di channel JT Perspektif 25 Juli 2020 lalu.

Penulis buku ‘Indonesia dalam Rekayasa Kehidupan’ ini menuturkan fenomena yang sedang terjadi saat ini.

Yakni warga dunia digiring menuju pada pada satu sistem dunia yang dikenadlikan oleh elite global.

“One system for all, dan nanti kendalinya ada pada chip. Sebenarnya sudah ada, sedang dibuat tinggal pengumpulan data,”

“Kita nggak perlu bawa apa-apa, semua identitas ada di sini (chip). Data medical record, pasport ada di sini,” jelasnya.

Ini bukan kali pertama Komjen Dharma bicara soal konspirasi global.

Bahkan sebelum pandemi Covid-19 yakni September 2019 dalam video di youtube Dharma juga sudah mengingatkan tentang agenda globalis ini.

Sekarang telah terjadi gerakan globalisasi yang mana tak hanya menghancurkan Indonesia tapi seluruh dunia, catat itu,” katanya.

Dharma menyebut elite global bekerja secara struktur, sistematis dan massif.

“Mereka bekerja secara halus sehingga kita terhipnotis,” katanya.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here