Ratusan Orang Mengantar Jenazah Suster Mia Yang Gugur Dalam Tugas Saat Gempa Di Mamuju

6219
0
Peti jenasah almarhum suster Mia sebelum dimakamkan di Mamuju, Senin (18/1/2021).

Updatekareba.Com, Mamuju – “God’s Faithful Promise”

“Tolong……Tolong Kami”
Itu suara Natsyelia Paulus Ake (25) yang disapa Nia selama 10 (sepuluh) jam dibawah reruntuhan.
Nia berjalan dibawah kekelaman, tapi tidak pernah gentaryyyyyy karena Nia tahu bahwa TUHAN tetap bersamanya.

Suara itu tetap memberi signal kehidupan selama 10 jam, hingga akhirnya semua korban yang terjebak dalam reruntuhan dievakuasi.

Seakan puas akan kehidupan, Nia tetap sadar sampai di RS Bayangkara.

Tatapan terimakasih untuk BPBD, Basarnas Sulsel, TNI / POLRI sampai ke operator alat berat terlihat dalam tatapan lelah Nia.

Tatapan untuk tetap menjaga keragaman di negeri yang TUHAN telah karuniakan untuk Indonesia.

Nia tahu tugasnya sudah selesai. Tinggal meninggalkan pesan pribadi buat orang disekitarnya.

Persis seperti Abraham yang tidak pernah melihat Tanah Perjanjian, ketika hatinya sudah melekat ke anak tersayang, harus melepaskan buah hati keatas mesbah persembahan, Nia pun harus ikhlas melepaskan genggaman tangan Ayah terkasih, sambil berucap “Terimakasih untuk semua, Nia minta maaf bila ada salah buat Orang Tua, Adik adik dan semua orang yang mengenal Nia”

Nia paham betul, bahwa Kehidupan Kekal akan dimulai seiring dengan melepaskan semua kekasih hatinya yang fana dan sementara.

“Like rainbow after rain
That’s God’s faithful promise”
Nia pergi menggapai janji TUHAN nya.

Pemilik Account FB Nia Lia ini pergi dari dunia fana selamanya, peti tempatnya tidurnya pun dikelilingi keragaman para sahabatnya.

Keragaman yang tidak mempersoalkan darimana asalmu, apa sukumu dan dengan apa engkau menyebut nama Tuhan.

Sungguh sejuk dan damai mengiringi langkahmu Nia.

“Selamat Jalan Dek, Angkat Dagumu dan menghadaplah ke Sang Pemilik Kehidupan sejati,” kata Yervis M Pakan,
Presidium Nasional PENA 98, Senin (18/1/2021).

Almarhum Nia telah dimakamkan di Kota Mamuju dan diantar ratusan orang menuju tempat persitirahatan terakhirnya.

Nia Meninggal dunia saat seluruh ruangan bergoyang, alat – alat medis berjatuhan di Rumah sakit Mitra Mamuju, Sulawesi Barat, saat gempa terjadi, Jumat (15/1/2020) pukul 02:30 Wita.

Hari yang paling menegangkan untuk para suster di RS. Mitra Mamuju. Gempa berkekuatan 6,2 M yang berpusat 6 km timur laut Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) membuat para perawat dan pasien di rumah sakit ini panik dan menyelamatkan diri agar tak tertimpa benda dan reruntuhan bangunan.

Namun, saat gempa terjadi salah satu suster di RS. Mitra ini Natsyelia Paulus Ake disapa Mia, bukannya menyelamatkan dirinya, melainkan terlebih dahulu menyelamatkam dua pasien di RS. Mitra salah satunya seorang bayi dalam inkibator bayi.

Dari keterangan keluarga Mia, Manashe, mengatakan bahwa Mia setelah menyelamatkan satu pasien kembali menyelamatkan satu bayi dalam kotak inkibator.

“Saat menyelamatkan bayi ini, Mia tercebak dan ketindihan bahan bangunan yang jatuh,” kata Manashe, Sabtu (16/1/2021).

Saat tim evakuasi dari BNPB dan BPBD Mamuju melakukan pencarian korban gempa ini, sejitar pukul 13:00 Wita, Mia dan bayi yang diselamatkan ditemukan dalam kedaan selamat dan dilarikan ke RS. Bayangkara Mamuju.

Dalam perawatan di RS. Bayangkara ini, Mia menghembuskan nafas terakhirnya.

“Saat kami mendampingi Mia, di RS Bayangkara, Almarhum sempat menyampaikan keluhannya, dan badannya dirsakan dingin, hingga akhir meninggal dunia,” ungkap Manashe.

Bayi yang diselamatkan almarhum Suster Mia saat ini masih dalam perawatan di RS. Bayangkara.

Almarhum Mia direncanakan akan dikuburkan di Mamuju.

Mia ini adalah suster berdarah toraja yang gugur dalam tugas melayani kemanusiaan di Rs Mitra Mamuju saat menyelamatkan bayi dalam inkubator.

Mia di berasal dari keluarga besar di Gorang, Palipu Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, SulSel.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here