Reses Di Toraja Utara, Eva Stevany Serap Aspirasi Masyarakat Likulambe

211
0
Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Eva Stevany Rataba saat reses di Likulambe, Kecamatan Sa'dan, Kabupaten Toraja Utara, Senin (26/10/20020).

Updatekareba.Com, Toraja – Guna menyerap aspirasi langsung dari masyarakat secara merata, Eva Stevany Rataba (ESR) selaku anggota DPR RI Komisi X, kembali maksimalkan masa resesnya dengan menjajal daerah Sa’dan di Lembang Likulambe’, Senin (26/10/2020).

Reses di Lembang Likulambe kecamatan Sa’dan, ESR, dalam sambutannya menampik issu yang menyebar bahwa bantuan PIP untuk pendidikan lewat usulan pemangku kepentingan yang dalam hal ini melalui anggota DPR RI dengan sebutan jalur aspirasi telah digunakan sebagai alat mengkampanyekan salah satu paslon bupati dan wakil bupati.

“Bantuan PIP tidak pernah saya pakai untuk kampanye karena saya bukanlah pasangan calon Bupati maupun calon wakil Bupati, walaupun pasangan hidup saya atau suami saya, Yosia Rinto Kadang maju sebagai calon bupati tapi saya tidak pernah sama sekali mengajak orang tua siswa yang anaknya menerima bantuan PIP dari jalur aspirasi saya untuk memilih suami saya”, ungkap Eva Stevany Rataba.

Saya jalan menyampaikan bantuan ini sebagai komisi yang bermitra dengan kemendikbud semata – mata menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI dalam mengemban amanah rakyat, tambahnya.

“Jika ada yang mengatakan bahwa saya pakai bantuan PIP tersebut sebagai materi kampanye atau kampanyekan calon Bupati dan Wakil Bupati, maka catat namanya itu orang dan sampaikan ke saya”, tegas Eva Stevany, dihadapan masyarakat Likulambe.

Dalam menyerap aspirasi di Lembang Likulambe, salah satu usulan masyarakat menyangkut pengadaan air bersih dan irigasi karena yang ada sekarang itu adalah saluran air yang dikerja swadaya oleh masyarakat.

Sementara Simon Patasik, menyebutkan dan menyampaikan harapan masyarakat dari sisi pariwisata untuk memberikan peningkatan ekonomi kreatif masyarakat namun itu sarana prasarana pendukung infrastruktur jalan harus diperhatikan juga menuju akses objek wisata (obwis).

Dikesempatan yang sama juga Yuli, menyampaikan keluhannya bahwa di Likulambe masyarakatnya pada umumnya hidup dari hasil tani melalui garapan sawah tadah hujan namun itu diolah secara manual. Olehnya itu jika bisa diberikan bantuan handtraktor dan dibantukan bibit yang bagus serta cocok dengan kondisi wilayah, dan pengadaan pupuk untuk meningkatkan hasil tani.

Selanjutnya, dari kelompok wanita menyampaikan keluhan menyangkut kebutuhan alat sanggar seni untuk anak sekolah dan sarana alat musik gereja dan bantuan peternakan serta perlengkapan tata rias kelompok.

“Keluhan dari masyarakat di Likulambe hari ini akan kami catat dan akan di koordinasikan sesegera mungkin ke Pjs Bupati serta kepada anggota DPRD Kabupaten Toraja Utara. Karena semua usulan keluhan masyarakat tidak semua bisa di bawa ke pusat namun itu semua akan saya koordinasikan dengan pemerintahan Toraja Utara”, kata Eva Stevany, dalam menjawab persoalan masyarakat Likulambe’.

Kemudian untuk bantuan pengrajin seni, saya bisa dan usahakan bantuannya tapi itu tidak bisa ke perorangan namun harus melalui usulan perkelompok. Begitupun dengan usaha para wanita agar dibentuk kelompoknya serta sanggar seni tari dari anak muda mudi akan diusahakan kelengkapan perlengkapan alat seni tarinya, tambah Eva Stevany.

Kepala Lembang yang hadir juga menyampaikan usulan 2 jembatan penghubung jalan dan penegasan irigasi yang mana itu dihubungkan dengan visi misi saat mencalon sebagai kepala lembang.

Hadir dalam kegiatan reses tersebut yakni kepala lembang Likulambe, tokoh wanita, tokoh pemuda, dan pemuka masyarakat.(*/UK/Widyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here