Rinto – Pasodung Yakin KPU Toraja Utara Hadirkan Pilkada Demokratis

325
0
Yosia Rinto Kadang (kiri) dan Yonathan Pasodung (kanan).

Updatekareba.Com, Toraja – Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang dan Yonathan Pasodung (RINDU) optimis Pilkada 2020 akan berjalan demokratis.

Pasangan ini di Pilkada Toraja Utara 2020 diusung dua parpor yakni Nasdem dan Hanura, serta didukung Partai PSI, Berkarya, dan Garuda.

“Ukuran Pilkada demokratis yang paling mendasar adalah pemerintah menjamin warga negaranya mempunyai hak memilih dan hak dipilih. Kedua hal itu merupakan hak paling mendasar dalam dunia demokrasi,” kata Yosia Rinto Kadang.

Rinto sapaan akrabnya mengatakan untuk itu ia juga memastikan akan menjadi mitra demokrasi KPU dan Bawaslu dalam menghadirkan Pilkada yang berkualitas, sehingga melahirkan pemimpin yang terbaik bagi Kabupaten Toraja Utara.

“Kami menyakini penyelengara Pilkada adalah putra putri terbaik kita yang terpilih untuk menjaga kualitas demokrasi,” ujar Rinto, yang saat ini menjabat Wakil Bupati Toraja Utara.

Politisi Partai Nasdem ini menyebutkan jika KPU dan Bawaslu merupakan garda terdepan dalam menghadirkan Pilkada yang demokratis dan berkualitas.

Sementara menyikapi pemberitaan di beberapa media daring (online) yang cenderung menyudutkan dan meragukan netralitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Toraja Utara dalam penyelenggaraan Pemilihan 2020, maka secara kelembagaan KPU Toraja Utara perlu memberikan penjelasan terbuka. Kepada para pihak, khususnya para penggiat media atau insan pers, dapat mengutip penjelasan dan klarifikasi terbuka melalui portal resmi https://kab-torajautara.kpu.go.id/ sebagai sumber dan informasi resmi KPU Toraja Utara.

Beberapa hal yang perlu mendapat klarifikasi dari KPU Toraja Utara adalah sebagai berikut:

Pemberitaan mengenai adanya perlakuan berbeda terhadap Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) tertentu saat pendaftaran Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, adalah tudingan yang tidak benar dan cenderung tendensius. Sejauh ini, baik dari kelima pimpinan KPU (baca: komisioner) maupun seluruh staf KPU Toraja Utara, senantiasa memperlakukan setiap Bakal Pasangan Calon secara adil, equal, setara dan sederajat.

Penulisan Nama Bakal Calon yang diklaim berbeda pada rekomendasi B1-KWK dari PDI Perjuangan dan Partai Gerindra sebagaimana diberitakan di sejumlah media online adalah tuduhan tidak berdasar, tidak benar dan tidak mengedepankan prinsip berimbang serta cenderung menghakimi tanpa pernah melakukan pengecekan langsung pada berkas pendaftaran yang diterima oleh KPU Toraja Utara.

Sesuatu hal yang secara tegas telah diatur dalam Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) di mana setiap wartawan Indonesia perlu menguji informasi dan memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi sebagaimana diatur dalam Pasal 3 KEWI.

Fakta yang sebenarnya terkait dengan berkas B1-KWK yang diterima KPU Toraja Utara sama sekali tidak ada perbedaan antara nama Bakal Calon dalam rekomendasi B1-KWK yang diserahkan oleh PDI Perjuangan dan Partai Gerindra sebagaimana dituduhkan.

Sebaliknya, B1-KWK yang diklaim berbeda dan menjadi bahan rujukan sejumlah media sebagaimana menjadi objek berita dalam beberapa hari terakhir, tidak pernah diterima oleh KPU Toraja Utara pada saat pendaftaran Bakal Pasangan Calon.

Dokumen resmi dari Bakal Pasangan Calon yang telah mendaftar ke KPU Toraja Utara telah KPU Toraja Utara umumkan sejak pendaftaran ditutup dan dapat diakses pada website resmi KPU Toraja Utara, yakni melalui https://kab-torajautara.kpu.go.id/.

Terkait tuduhan KPU Toraja Utara terindikasi berpihak dan bermain mata dengan Bakal Pasangan Calon tertentu karena salah satu Komisioner KPU Toraja Utara merupakan kerabat atau keluarga dekat dari salah satu Bakal Pasangan Calon, dengan ini KPU Toraja Utara menegaskan kembali bahwa KPU Toraja Utara menjamin serta berkomitmen memperlakukan semua Bakal Pasangan Calon secara adil dan setara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Secara personal betul ada salah satu anggota KPU Toraja Utara atas nama Roy Pole Pasalli memiliki Hubungan Keluarga dengan Bakal Calon Bupati atas nama Dr. Kalatiku Paembonan, MSi. Namun hal itu tidak serta-merta menjadikan KPU Toraja Utara secara kelembagaan menjadi berpihak atau tidak netral pada calon dimaksud.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban etik, bahwa yang bersangkutan telah mengumumkan secara terbuka kepada publik pada Rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) tanggal 14 September 2020.

Pada kesempatan tersebut, Roy Pole Pasalli secara terbuka telah membuat Pernyataan terkait Hubungan Keluarga dengan Bakal Calon Bupati sebagai pemenuhan atas ketentuan Pasal 76 huruf b Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota sebagaimana telah diubah dengan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2020 dan Pasal 8 poin k, Pasal 14 poin a Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017, yang menyatakan: “Anggota KPU wajib menyatakan secara terbuka dalam rapat pleno dan diberitahukan ke publik melalui surat resmi di media massa, papan pengumuman dan laman KPU, apabila memiliki hubungan keluarga atau sanak saudara dengan calon Peserta Pemilu, Peserta Pemilu, dan/atau tim kampanye.”

Dan, hal tersebut telah dilakukan oleh saudara Roy Pole Pasalli sebagai bentuk pertanggungjawaban etik dan pelaksanaan dari regulasi yang ada.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here