RSUD Lakipadada Tana Toraja Siapkan Pemeriksaan Kesehatan Secara Online, Ini Linknya

285
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Wabah Corona Virus Disease yang lebih dikenal dengan nama covid-19 mulai diidentifikasi di China pada Desember 2019.

Penetapan RS Rujukan oleh Menteri Kesehatan pada tanggal 10 Maret 2020, menunjuk RSUD Lakipadada sebagai salah satu RS Rujukan di Provinsi Sulawesi Selatan

WHO pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan kasus Covid-19 sebagai Kasus Pandemi.
Hal ini berarti kasus penanganan pemutusan rantai Covid-19 adalah milik kita bersama, bukan milik RSUD Lakipadada saja.

Penyakit infeksi emerging Covid-19 ini terus berkembang, sehingga pemerintah dari pusat sampai ke daerah sudah memikirkan kemungkinan RS Rujukan yang telah ditetapkan tidak akan mampu menangani jika terjadi lonjakan kasus secara significant

Mari kita cermati fakta fakta yang terjadi di RSUD Lakipadada terkait penanganan kasus Covid-19. Sebelum SK Menkes tentang penunjukan RS Rujukan Covid-19 dirilis, RSUD Lakipadada sudah melakukan beberapa persiapan secara mandiri, mulai dari menetapkan ruangan isolasi sampai penyusunan SPO alur penanganan pasien suspect covid-19

Setelah penunjukan RSUD Lakipadada sebagai RS Rujukan, RSUD Lakipadada meningkatkan persiapan nya semaksimal mungkin, terlepas dari segala kekurangan yang kami miliki. Adapun usaha yang dilakukan Yaitu:

# Melengkapi dan mendesain ulang ruang Isolasi dengan Sarana dan Prasarana.
# Menetapkan Tim ruang Isolasi dan Tim Posko Screening.
# Pemenuhan APD semaksimal mungkin di tengah situasi kelangkaan APD.
# Penetapan Lokasi Posko Screening yang terpisah.
# Penatalaksanaan screening awal di semua pintu masuk pasien baik Rawat Jalan, Rawat Inap, IGD maupun melalui jalur telepon Hotline Centre.
# DOUBLE SCREENING (wawancara petugas Frontline dan kemudian posko screening) untuk semua pasien yg masuk baik dari rawat jalan, rawat inap maupun IGD.
# Penundaan Waktu Kunjung Pasien Rawat Inap.
# Pemisahan ruang tunggu keluarga pasien yang Suspect / terpisah dari ruang tunggu perawatan biasa.
# Proses penyemprotan disinfektan secara rutin di semua ruangan di RSUD Lakipadada dan Rumah Dinas Dokter.
# Membuat chamber untuk disinfektan semua karyawan, pasien dan pengunjung RS sebelum masuk ke area RSUD Lakipadada.
#. Himbauan pembatasan pelayanan Rawat jalan, Rawat Inap, dan Operasi untuk memutus rantai penularan Covid-19.
#. Membuat Link Website bagi masyarakat luas untuk dapat melakukan Pemeriksaan diri di rumah (mengurangi kepanikan dan kecemasan masyarakat)

# Berikut Link nya http://rsudlakipadadad.id/covid-19/

Dengan berbagai upaya tersebut diatas, RSUD Lakipadada memaksimalkan upaya pemutusan penyebaran Covid-19 dan meminimalkan resiko pasien lain tertular Covid-19

Direktur RSUD Lakipadada, dr. Safari Mangopo, menyampaikan sebagai RS Rujukan Penanganan Covid-19, Pasien di ruang Infection Centre (Isolasi) dirawat dengan menerapkan kaidah perawatan di ruang isolasi dan kaidah pencegahan penularan infeksi sehingga semua RS Rujukan di Indonesia tetap merawat pasien lain selain penderita pdp atau suspek covid-19 seperti biasanya karena ruang isolasi itu letaknya terpisah jauh dari ruang perawatan yang lain dan resiko penularan diminimalkan dengan berbagai upaya yang sudah diuraikan pada poin sebelumnya

“Yang menjadi perhatian kita bersama adalah untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Gejala yang dialami sama dengan gejala demam, batuk, pilek pada umumnya. Nah,bagaimana Sarana Kesehatan Lainnya memastikan pasien yang datang berobat atau sedang dilakukan perawatan bukan ODP dan atau PDP, apakah bisa terdeteksi? Jika BELUM dilakukan screening dan prosedur seperti yang dilakukan oleh RSUD Lakipadada?,” kata dr. Safari Daniel Mangopo.

Maka kasus ODP dan PDP bisa saja terdapat di Sarana Kesehatan lainnya mengingat gejala yang muncul itu sulit dibedakan dengan gejala demam, batuk, flu pada umumnya

“Maka kesimpulan nya, sarana Kesehatan lain yang BELUM menerapkan langkah langkah yang dilakukan RSUD Lakipadada justru bisa kecolongan sedang merawat kasus ODP maupun PDP, tanpa memakai APD yang memadai dan menjadi sumber penularan covid-19,” ungkap dr. Safari.

Upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19 akanl Percuma jika hanya dilakukan sendiri oleh RSUD Lakipadada.
LMaka dari itu, RSUD Lakipadada membuka diri untuk memberikan berbagi informasi berbasis online kepada Fasilitas Kesehatan lain sehingga pemutusan rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tana Toraja maupun Toraja Utara lebih cepat, maksimal dan efektif karena pemutusan rantai ini adalah tanggung jawab kita bersama

“I Stay at work for you, You Stay at Home for Us. For everyone who has devoted their lives to be a Health Worker, this is our calling !!,” tambah dr. Safari.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here