Rutan Makale ajak Jurnalis Ikuti Teleconference Dukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020

92
0
Handover (foto by. Arsyad).

Updatekareba.Com, Toraja – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan serta pelaksanaan tugas fungsi pemasyarakatan tahun 2020, Direktur jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham menggelar teleconference bersama insan pers seluruh Indonesia.

Teleconference dengan insan pers digelar melalui UPT Pemasyarakatan di seluruh Indonesia, Kamis siang 27 Februari 2020.

Di Tana Toraja teleconference digelar melalui Rutan Kelas IIB Makale yang diikuti insan pers di Tana Toraja bersama jajaran Rutan Kelas IIB Makale.

Teleconference Kemenkumham dan insan pers ini dalam rangka Deklarasi Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020 yang disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom.

Acara teleconference diawali dengan sambutan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami. yang disaksikan langsung melalui layar yang sudah disiapkan. Beliau memaparkan 15 poin Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020.

dalam sambutannya, Sri Puguh mengatakan bahwa tahun 2020 bukan waktunya lagi bagi Pemasyarakatan untuk terjebak pada segala pasang surut fenomena klasik yang cenderung berulang-ulang. Pemasyarakatan harus keluar dari tekanan ini. Pemasyarakatan harus mampu menghadirkan terobosan-terobosan baru guna mengatasi segala macam persoalan yang menjadi tuntutan masyarakat.

Program – program unggulan ‘Resolusi Pemasyarakatan 2020 itu adalah:

1. berkomitmen mendorong 681 satuan kerja pemasyarakatan mendapatkan predikat wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi dan bersih melayani (WBBM).
2. Pemberian hak remisi kepada 288.530 narapidana,
3. Pemberian program integritasi berupa pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas kepada 69.358 narapidana.
4. Pemberian rehabilitasi medis dan sosial kepada 21.540 narapidana narkotika,
5. Pemberian layanan makanan siap saji di UPT Pemasyarakatan Tangerang dan Nusakambangan.
6. Pencegahan dan pengendalian penyakit menular di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan
7. Peningkatan kualitas WBP menjadi SDM unggul melalui pelatihan keterampilan bersertifikasi kepada 35.860 narapidana
8. mewujudkan ketahanan pangan melalui penanaman tanaman pangan seluas 100 hektare
9. Mewujudkan zero overstaying
10. mewujudkan penyelesaian kepadatan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan
11. meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 7 miliar,
12. pembentukan kelompok masyarakat peduli pemasyarakatan di setiap wilayah,
13. menyelenggarakan sekolah mandiri bagi anak merdeka pelajar pada 19 Lembaga Pembinaan Khusus Anak,
14. mewujudkan revitalisasi pengelolaan Benda Sitaan Negara, barang rampasan negara pada 64 rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara
15. mengantar 48 narapidana teroris berikrar kesetiaan terhadap NKRI.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here