#SaveNovianusPatanduk -PEMBEGALAN ASPIRASI DAN KURSI RAKYAT DAN PEMBUNUHAN DEMOKRASI OLEH PARTAI

1439
0
Sekjen PMTI, David Pajung.

Updatekareba.Com, Toraja – Bidang Kehormatan Dewan Pimpinan Daerah PDIP Sulawesi Selatan memastikan bahwa Novianus YL Patanduk dipecat jelang pelantikan anggota DPRD Sulsel terpilih.

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Kehormatan DPD DDIP Sulsel Andi Anshari Mangkona yang menyampaikan, pemecatan Novianus YL Patanduk sebagai kader PDIP bukan tanpa alasan, secara dadakan, dan tanpa bukti-bukti kuat.

“Semua melalui proses panjang, melalui mekanisme partai, melalui proses di dewan kehormatan,” kata Anshari, Senin (16/9/2019).

Novianus yang juga alumni SMAN 1 Toraja Utara dan UKI Paulus Makassar ini dipecat salah satu alasannya karena tidak bayar saksi di tempat pemungutan suara (TPS) sar Pileg 2019 lalu.

“Intinya yang bersangkutan sudah dipecat,” ungkap Anshari

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) terpilih, Novianus YL Patanduk, dipecat jelang pelantikannya pada, Selasa (24/9/2019) pekan depan.

Novianus adalah anggota legislatif (aleg) Sulsel terpilih periode 2019-2024 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dalam surat keputusan (SK) Pemecatan oleh DPP PDIP terdapat tiga alasan pemecatan selain uang saksi, juga DPP menerima info pelapor (tanpa fakta hukum) bahwa Novin menggelembungkan suara, serta Novin diminta mundur tetapi menola mundur, akhirnya dipecat.

Persoalan pemecatan Novin pun ditanggapi Sekertaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), David Pajung.

“Alasannya sangat dibuat-buat dan sumir karena ketiga alasan pemecatan tak ada dasar Hukum Positif untuk menggagalkan Novin sebagai Caleg terpilih DPRD SulSel yang sudah di sahkan oleh KPU dan siap dilantik berdasarkan UU,” kata David Pajung, dalam rilis persnya, Kamis (19/9/2019) siang.

David mengungkapkan jika memang Novin melakukan penggelembungan suara harusnya KPU, Panwas dan MK sudah mempersoalkan, karena lembaga yang berwenang memvonis pelanggaran pemilu adalah ketiga lembaga itu.

” Yang aneh malah DPD PDIP sulsel yg protes katanya ada penggelembungan suara internal, tidak logis, gak mungkin DPD PDIP mau merusak partai sendiri??,” ungkap Sekjen PMTI ini.

Sekjen PMTI ini juga menyangkan Soal uang saksi yang menurutnya itu masalah Teknis internal partai yang tidak bisa memgahlahkan keputusan KPU, Panwas, dan MK bahwa Novin sah sebagai caleg terpilih untuk dilantik.

“Jadi disini kita mau membantu Novin karena adanya kesewenang-wenangan Partai yg mau membegal Kursi Novin yang notabene adalah suara Basis Toraya di dapilnya sekaligus representasi aspirasi Toraya, ini sama halnya menafikan suara komunitas toraya yg menunjuk dan memilih Novin. Jadi ini bukan hanya soal internal PDIP tetapi persoalan HAK POLITIK dan HAK DEMOKRASI YG DIBAJAK PARTAI,” ucap manatan Ketua Umum
Pengurus Pusat GMKI ini.

Novianus maju bertarung pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu melalui Daerah Pemilihan (Dapil) II Sulsel yang meliputi Kecamatan Panakkukang, Manggala, Tamalate, dan Biringkanaya, serta terpilih setelah mengontrol 4.305 suara.

Adapun jumlah suara partai besutan Megawati Soekarnoputri di dapil ini 21.997 suara.Perolehan suara ini mengantar satu kadernya melenggang ke Parlemen Sulsel. Dia adalah Novianus.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here