Senator Lily Amelia Salurapa Apresiasi Keputusan Presiden Cabut Perpres Investasi Miras

355
0
Anggota DPD RI, Lily Amelia Salurapa.

Updatekareba.Com, Makassar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Peraturan Presiden (perpres) izin investasi minuman keras (miras) atau minuman beralkohol. Perpres itu tertuang dalam lampiran III Perpres 10/2021tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken kepala negara pada 2 Februari 2021.

Sebelumnya kita ketahui Kebijakan itu menuai kontra sejak dibuka secara terbatas dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Sejumlah tokoh dan organisasi masyarakat (ormas) keras menolak lantaran pembukaan keran investasi miras dinilai banyak mendatangkan mudarat ketimbang maslahat.

Sikap tersebut di lakukan Presiden Jokowi setelah mendengar masukan dari daerah dan beberapa kelompok masyarakat, seperti ulama, MUI, NU, Organisasi Masyarakat (ormas) lainnya. Selasa (2/3/2021)

Apa yang dilakukan Presiden Jokowi soal Investasi Miras ini mendapat Apresiasi dari Senator Asal Sulawesi Selatan Lily Amelia Salurapa. Mengingat efek samping dari Miras ini sangat merugikan dan berbahaya bagi tubuh ini.

“Menurut saya, apa yang di lakukan oleh Presiden sudah cukup baik. saya meyakini apa yang dilakukan Presiden bukan lagi soal Investasi, tapi lebih mendengar aspirasi dari Daerah dan juga Organisasi Keagamaan di Indonesia, mengingat Mayoritas Agama di Indonesia adalah Islam dan efek samping yang di timbulkan dari Minuman ini juga sangat berbahaya bagi tubuh.”.Ungkap Senator Lily kepada media

Seperti di ketahui Manfaat dari Investasi ini bagi Negara tidak besar. Salah satunya dalam bentuk penerimaan negara, seperti bea masuk bahan baku, pajak penjualan, hingga cukai. Sebab, fakta di lapangan mencatat sumbangan pemasukan dari miras terbilang kecil. Pada 2020 misalnya, sumbangan penerimaan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) sebesar Rp5,76 triliun. Angkanya turun 21 persen dari realisasi pada 2019 senilai Rp7,34 triliun.

“Sumbangan ke negara tidak besar, turun bahkan. Makanya ini harus hati-hati, tidak semua atas nama investasi lalu dipermudah, padahal tidak memberi manfaat besar, jadi harus lihat semua aspek, termasuk sosial, kesehatan, dan lainnya, tidak bisa ekonomi semata,” tuturnya Tauhid Ekonom.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here