Sosialisasi 4 Pilar, Ini Pesan Eva Stevany Rataba pada Generasi Milenial Di Toraja

181
0
Anggota MPR RI dari Fraksi Nasdem, Eva Stevany Rataba.

Updatekareba.Com, Toraja – Anggota MPR RI dari Fraksi Nasdem, Eva Stevany Rataba, menggelar Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika) di aula SMKN 1 Tana Toraja, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020).

Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 peserta ini berlangsung sangat komunikatif dan penuh semangat. Pasalnya, mayoritas peserta merupakan pelajar.

Dalam paparannya, Eva Stevany Rataba menjelaskan semua masyarakat Indonesia, termasuk generasi muda atau kaum milenial harus mencintai NKRI.

“Kita ini terdiri dari berbagai suku bangsa. Bukan untuk terpecah belah, tapi untuk bersatu membangun negeri. Ingat Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika menjadi bagian dari pilar bangsa ini,” kata anggota Komisi X DPR RI ini.

Dia juga mengajak generasi milenial untuk terus berkaya. Jangan sampai berbagai kekayaan di Indonesia dikuasai oleh asing.

“Mari kita wujudkan keadilan, kemakmuran dengan mempertahankan kedaulatan dan persatuan negeri ini,” tegasnya.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI mempunyai tujuan di antaranya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

Serta, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan diharapkan agar masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ini diharapkan dapat menjadi umpan balik bagi anggota DPR/MPR RI dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Eva mengatakan bila dilakukan konsisten, ini adalah angkatan pertama. kita semua bisa berguna untuk bangsa. Karena karakter yang teguh, berintegritas adalah modal dasar dari semua hal,” ujarnya.

Pemateri lainnya Lince Leni menjelaskan pertama kali Indonesia merdeka, bangsa ini dihadapkan dengan kemajemukan suku bangsa dan juga keragaman budaya.

“Jadi menjadi tugas bagi para pendiri bangsa untuk menyatukan keragaman dan kemajemukan suku bangsa dan budaya salah satu dan utama adalah Pancasila,” kata Lince Leni.

Sementara Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang, yang hadir sebagai pemateri mengatakan negara memandang bahwa keberadaan empat pilar kebangsaan ini penting untuk disosialisasikan melalui lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Lanjut Rinto mengatakan dalam perjalanan waktu terjadi kekosongan terkait diskursus dasar bernegara, sehingga negara memandang penting dan memberikan kewenangan kepada MPR untuk memulainya.Bahkan, saat ini bukan hanya di MPR tetapi juga di eksekutif dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Setelah rezim Soeharto lepas. Semuanya lepas. Orang melihat di zaman Presiden Soeharto hanya indoktrinasi atau hafalan terhadap pancasila dan UUD 1945. Notabene hanya menghafal, padahal jauh lebih penting adalah implementasi,” ungkap Rinto.

Dikatakan Wabup Toraja Utara, persoalan yang lain adalah kondisi negara saat ini begitu tidak stabil. Terjadi pergolakan yang berkaitan dengan ideologi. Ketika zaman berubah, hari ini kita disusupi oleh ideologi – ideologi yang berasal dari luar. Ideologi yang cenderung memisahkan.

Kepala SMKN 1 Tana Toraja, Sofyan Linggi, mengatakan para siswanya ingin menambah wawasan tentang makna kebangsaan dalam berbangsa dan bernegara.

“Ini adalah acara yang mendidik. Semoga acara ini lebih sering di adakan agar semakin banyak anak negeri ini yang menyadari arti dan fungsi nasionalisme,” kata Sofyan.

Pada kesempatan itu, Senator juga membagikan buku – buku terkait program empat pilar kebangsaan serta coklat kepada peserta sosialisasi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here