STRONG LEADER for KETUA PMTI 2021-2026 Oleh: Dr. dr. SISWANTO PABIDANG, SH, MM

604
0

Updatekareba.Com, Toraja – Beberapa hari belakangan ini menjelang MUBES IV PMTI (Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia) 2021 yang akan diadakan awal Oktober (2-3 Oktober), sudah ramai didiskusikan di Grup WA PMTI dan di WA grup Toraja lainnya. Dan menariknya IKT Prov. Papua Barat mendahului memunculkan satu nama jagoan mereka, Mayjen TNI Yulius Selvanus Lumbaa. Melalui Ketua IKT Prov. Papua Barat, Kornelis Mangalik menyebutkan beberapa kriteria salah satunya adalah kepemimpinan yang kuat atau Strong Leader untuk Ketua PMTI Periode 2021-2026.

Selain itu sudah ada usulan lain, seorang yang juga adalah Strong Leader yaitu Irjen Pol (Purn) Mathius Salempang dengan pertimbangan antara lain ketokohan, jaringan luas, kontribusi dan ‘sudah selesai pada diri dan keluarganya’. Kemungkinan beberapa hari ke depan akan muncul nama-nama potensial lainnya.

Sebenarnya beberapa waktu lalu saya telah menulis tentang mencari pemimpin baru di UpdateKareba dengan judul: Mencari Sosok Pemimpin PMTI 2021-2021 (https://updatekareba.com/mencari-sosok-pemimpin-baru-pmti-2021-2026-oleh-dr-dr-siswanto-pabidang-sh-mm/).

Namun saya tertarik juga dengan istilah Strong Leader ini. Apakah itu Strong Leader? PMTI sebuah organisasi apakah, sehingga butuh Strong Leader? Dalam sebuah pengantar buku yang berjudul: The Myth of The Strong Leader (Archie Brown, 2014) tertulis begini: In democracies there is quite broad agreement that a ‘strong leader’ is a good thing (Dalam demokrasi ada kesepakatan yang cukup luas bahwa ‘pemimpin yang kuat’ adalah hal yang baik).

Mari kita simak bersama melalui tulisan singkat saya ini. Kita lihat dulu Anggaran Dasar (AD) PMTI. PMTI lahir dilandasi hasil Seminar Festival Budaya Daerah I Tana Toraja (Kombongan Kalua’ dan Tammuan Mali’ di Rantepao (4-5 Juli 1997) kemudian ditindaklanjuti Mubes I Masyarakat Toraya di Jakarta (23-24 April 2004), dan secara resmi didirikan tanggal 24 April 2004 di Jakarta untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya (Pasal 3 AD). PMTI berasaskan Pancasila dan UUD 1945 (Pasal 4 AD), berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia (Pengurus Pusat), di Wilayah Propinsi (Pengurus Wilayah) dan di Daerah Kabupaten/Kota bagi Pengurus Daerah (Pasal 2 AD). Tujuan, Fungsi dan Atribut masing-masing pada Pasal 5, 6 dan 7, sedangkan Keanggotaan pada Pasal 8 ayat (1) Anggota Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia adalah organisasi Masyarakat Toraya di luar daerah Toraja, dan ayat (2) Persyaratan keanggotaan serta hak dan kewajiban anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Sepintas berarti bahwa PMTI adalah Organisasi Kemasyarakatan. Pertanyaannya kenapa harus dipimpin oleh seorang yang berjiwa Strong Leader?

Belakangan ini banyak masalah yang dihadapi dan dialami oleh Individu/Masyarakat Toraja di daerah lain khususnya seperti kekerasan yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian materil/non materil oleh sekelompok organisasi yang dilarang Pemerintah, selain itu adanya bencana lainnya yang perlu penanganan cepat serta sekarang ini adanya pandemi Covid-19. Tak bisa dipungkiri bahwa organisasi masyarakat Toraja atau kerukunan Toraja dengan berbagai nama telah mengambil andil di daerah masing-masing demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat Toraja di sana.

Jika pertimbangannya adalah menghadapi segala macam problema Sang Torayan dari aspek keamanan dan kenyamanan sehingga dibutuhkan seorang Strong Leader masih perlu didiskusikan lebih mendalam. Di era sekarang bahkan sejak dahulu bahwa penyelesaian permasalahan dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan. Ibaratnya permainan sepak bola strategi tim diracik sedemikian rupa.

Bahwa sesungguhnya dalam suatu pemilihan, tidak ada seorangpun yang pernah berkata, ‘Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang lemah.’ Namun dikotomi lemah-kuat yang mudah adalah cara yang sangat terbatas dan tidak membantu untuk menilai pemimpin individu. Ada banyak kualitas yang diinginkan dalam diri seorang pemimpin tidak hanya kriteria kekuatan.

Yaitu termasuk integritas, kecerdasan, artikulasi, kolegialitas, penilaian cerdas, pikiran yang bertanya, kemauan untuk mencari pandangan yang berbeda, kemampuan untuk menyerap informasi, fleksibilitas, memori yang baik, keberanian, visi, empati dan energi tak terbatas. Meski tidak lengkap, itu sudah menjadi daftar yang tangguh (Archie Brown, 2014).

Kita seharusnya tidak mengharapkan sebagian besar pemimpin untuk mewujudkan semua kualitas itu. Mereka bukan superman atau superwoman dan mereka tidak boleh melupakan bahwa persyaratan untuk ditambahkan adalah kesopanan, sebagai seorang Toraja maka pencarian pimpinan agar menerapkan filosofi Toraja yaitu Kinaa, Manarang, Barani na Sugi’ serta sebagai seorang percaya tentunya takut akan Tuhan.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here